Berita  

Dukungan Partai Gelora untuk Prabowo-Gibran Memunculkan Perbincangan Ferdinand Hutahean Mengenai Neno Warisman, Seorang Simpatisan Ormas yang Dibubarkan Jokowi

JAKARTA — Masuknya Neno Warisman ke Partai Gelora langsung memantik komentar politik dari kubu lawan. Di tengah dukungan partai tersebut untuk pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming pada Pilpres 2024, nama Neno kembali disorot karena rekam jejak politiknya yang sejak lama lekat dengan gerakan oposisi.

Neno Warisman resmi bergabung dengan Partai Gelora

Neno Warisman disebut resmi bergabung dengan Partai Gelora setelah sebelumnya meninggalkan Partai Ummah dari posisinya sebagai Wakil Ketua Majelis Syura. Partai Gelora sendiri merupakan salah satu partai anggota Koalisi Indonesia Maju (KIM), yang sejak awal menyatakan dukungan kepada Prabowo-Gibran dalam kontestasi presiden 2024.

Perpindahan politik itu ikut disambut komentar dari kader PDIP, Ferdinand Hutahean. Melalui unggahannya di X pada Senin, 30 Oktober 2023, ia bahkan menyampaikan ucapan selamat kepada Gibran atas dukungan baru yang datang dari Neno.

Ferdinand singgung simpatisan ormas yang dibubarkan Jokowi

Dalam komentarnya, Ferdinand menyinggung Neno sebagai sosok yang selama ini dikenal sebagai simpatisan sebuah organisasi kemasyarakatan yang telah dibubarkan melalui kebijakan Presiden Joko Widodo. Ia menyebut organisasi itu dibubarkan lewat Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.

Meski Ferdinand tidak menyebut nama ormas secara gamblang, pernyataannya jelas diarahkan pada latar belakang politik Neno yang selama ini kerap dikaitkan dengan gerakan oposisi. Sejak 2019, Neno aktif dalam gerakan #2019GantiPresiden dan bahkan tercatat sebagai salah satu deklarator. Namanya juga pernah disebut sebagai penyokong dana dalam gerakan tersebut.

Nama lama yang tak lepas dari panggung politik

Di luar aktivitas politik praktisnya, Neno juga dikenal pernah dekat dengan Habib Rizieq Shihab, tokoh yang memimpin Front Pembela Islam. Kedekatan itu membuat namanya berkali-kali muncul dalam dinamika politik identitas dan gerakan massa di tanah air.

Karena itu, langkah Neno bergabung ke Partai Gelora bukan sekadar perpindahan partai biasa. Keputusan itu sekaligus membuka kembali perbincangan soal arah politik para figur yang selama ini berada di seberang pemerintahan, namun kini berada dalam barisan yang mendukung pasangan Prabowo-Gibran.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.