Berita  

Ahok Menyampaikan Ucapan Kembali Terbukti Terkait BPK, Sedangkan Rudi Valinka Mengatakan Bahwa Setiap Orang Sedang Dipermalukan Secara Bertahap

JAKARTA — Penahanan anggota BPK Achsanul Qosasi memantik kembali perdebatan lama soal integritas lembaga pemeriksa keuangan negara. Achsanul ditahan setelah diduga menerima uang Rp40 miliar dan ditetapkan sebagai tersangka ke-16 dalam kasus korupsi pengadaan menara BTS 4G di Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Perkembangan itu membuat pernyataan lama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali ramai dibicarakan. Saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta, Ahok pernah melontarkan kritik keras kepada BPK dan menuding lembaga tersebut kerap mencari-cari kesalahan pejabat demi kepentingan pribadi.

Pernyataan Ahok Kembali Disorot

Ahok kala itu bahkan menantang para pejabat BPK untuk membuktikan bahwa mereka bersih dari masalah. Ia meminta agar harta, pajak, biaya hidup, hingga pendidikan anak-anak para anggota BPK diperiksa jika memang ingin menilai orang lain secara terbuka.

“Saya ingin menantang semua pejabat di BPK yang ada. Jika perlu, buktikan pajak yang kalian bayar, harta kalian berapa, biaya hidup kalian, di mana anak-anak kalian kuliah, saya ingin tahu semuanya. Jika tidak bisa membuktikan, maka tidak boleh menjadi anggota BPK, dan kalian tidak boleh memeriksa orang lain karena kalian sendiri ada masalah,” ujar Ahok ketika itu.

Rudi Valinka Sebut Satu per Satu Dipermalukan

Di media sosial, penggiat Rudi Valinka ikut menanggapi situasi ini. Ia menilai kasus yang menjerat Achsanul seolah memperlihatkan bahwa pihak-pihak yang dulu pernah berseberangan dengan Ahok kini satu per satu dipermalukan oleh keadaan.

“Kita sedang melihat satu persatu dipermalukan,” tulis Rudi dalam unggahannya di X, Sabtu (4/11/2023).

Riwayat Kritik Ahok ke BPK

Kritik Ahok terhadap BPK bukan hal baru. Saat masih menjabat Bupati Belitung Timur, ia juga pernah mengaku “diutak-atik” oleh BPK terkait gaji pokok sebesar Rp7 juta dan uang operasional sekitar Rp50 juta hingga Rp60 juta. Pengalaman itu kemudian menjadi bagian dari alasan mengapa Ahok kerap bersikap keras terhadap lembaga tersebut di depan publik.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.