Pernyataan Zulkifli Hasan atau Zulhaz yang beredar luas di media sosial memantik reaksi dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Ukhuwah dan Dakwah, Muhammad Cholil Nafis. Bagi Cholil, candaan Menteri Perdagangan itu bukan hanya gagal mengundang tawa, tetapi juga berpotensi menimbulkan rasa tersinggung di kalangan umat.
Candaan yang Dinilai Tidak Tepat Sasaran
Dalam video yang ramai dibicarakan, Zulhaz tampak melontarkan gurauan di hadapan pendukung Prabowo terkait ibadah salat. Namun, menurut Cholil, materi seperti itu tidak pantas dijadikan bahan humor, apalagi jika menyentuh wilayah agama. Ia menilai candaan tersebut terasa kering dan tidak lucu.
Cholil juga mengingatkan bahwa ucapan semacam itu bisa dipahami sebagai bentuk pelecehan terhadap keyakinan sebagian orang. Karena itu, ia meminta Zulhaz untuk lebih berhati-hati dalam memilih bahan candaan dan tidak menjadikan agama sebagai sasaran lelucon.
Respons dari Tokoh MUI
Sebagai sesama Muslim, Cholil menyampaikan bahwa ada banyak topik lain yang bisa dijadikan bahan bercanda tanpa harus menyeret hal-hal yang sakral. Menurutnya, humor memang sah-sah saja, tetapi harus tetap menjaga batas agar tidak melukai perasaan orang lain.
Video tersebut sebelumnya menampilkan Zulhaz yang bercanda soal salat dan menyebut para pendukung fanatik Prabowo melanggar tuntunan dalam ibadah tersebut. Potongan video itulah yang kemudian memicu perdebatan dan membuat pernyataan Cholil ikut menjadi sorotan publik.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.










