Menaker Ida Fauziyah Ungkap Potensi Kerja Sama di SITC Shanghai

Di tengah upaya memperkuat kualitas tenaga kerja nasional, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah membuka peluang kerja sama baru dengan Shanghai International Training Center (SITC). Kunjungan ke lembaga pelatihan di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pada Jumat, 05 Juli 2024 itu menjadi momentum untuk membahas pengembangan pelatihan yang lebih terarah dan berbasis kompetensi bagi Indonesia.

Fokus pada penguatan lembaga pelatihan di Indonesia

Dalam pertemuan tersebut, Ida bersama Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi membahas sejumlah skema kerja sama yang dinilai relevan dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Salah satu fokus utama adalah pelatihan berbasis kompetensi untuk berbagai lembaga, mulai dari BPVP, BLK, LPS, hingga BLK Komunitas.

Selain itu, kerja sama yang dibicarakan juga mencakup dukungan terhadap pengembangan UPTP BPVP, pelaksanaan training of trainers bagi para instruktur di UPTP, serta pelatihan manajemen training center untuk tenaga pelatihan di lingkungan UPTP BPVP. Agenda ini menunjukkan bahwa kerja sama yang diincar tidak hanya menyentuh peserta pelatihan, tetapi juga menyasar penguatan instruktur dan pengelola lembaga.

Manfaatkan bonus demografi, tingkatkan kualitas SDM

Ida menekankan bahwa peluang kolaborasi dengan SITC sejalan dengan kebutuhan Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi. Menurutnya, Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif yang besar, namun potensi itu hanya bisa menjadi keuntungan jika dibarengi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia juga menyoroti dinamika pasar kerja yang terus berubah. Karena itu, penguatan pelatihan menjadi penting agar tenaga kerja Indonesia tidak tertinggal dari perkembangan kebutuhan industri. Dalam konteks ini, pengalaman dan kapasitas SITC dipandang bisa menjadi salah satu rujukan untuk memperkaya model pelatihan di dalam negeri.

Pelatihan yang lebih adaptif dan terukur

Rencana kerja sama ini pada akhirnya diarahkan agar Indonesia dapat mengambil manfaat maksimal dari kemitraan dengan SITC. Dengan penguatan kompetensi instruktur, manajemen pelatihan, dan kualitas lembaga, Kemnaker berharap sistem pelatihan nasional bisa lebih adaptif menghadapi tantangan ketenagakerjaan ke depan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.