Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi khusus kepada Ketua DPR Puan Maharani saat peluncuran Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Istana Merdeka, Jakarta. Di hadapan para tokoh nasional yang hadir, Prabowo menempatkan dukungan lembaga legislatif sebagai salah satu penopang penting bagi lahirnya badan investasi tersebut. Momen itu menjadi penanda bahwa Danantara tidak hanya diposisikan sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai proyek besar yang membutuhkan dukungan politik lintas kekuatan.
Dukungan DPR Jadi Sorotan
Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan pentingnya kerja sama dengan DPR dalam mendorong agenda Danantara. Ucapan terima kasih kepada Puan Maharani disampaikan secara terbuka, sejalan dengan upaya pemerintah membangun legitimasi yang kuat bagi badan baru tersebut. Hadir pula Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Danantara Diproyeksikan Jadi Dana Kedaulatan
Danantara diproyeksikan menjadi dana kedaulatan Indonesia dengan aset kelolaan lebih dari US$900 miliar. Selain itu, dana investasi awal yang disiapkan disebut mencapai sekitar US$20 miliar. Dengan skala sebesar itu, Danantara diarahkan untuk menjadi mesin pembiayaan proyek-proyek strategis yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menekankan keberlanjutan dan nilai tambah ekonomi jangka panjang.
Arah Investasi: Energi hingga Pangan
Prabowo menyebut dana tersebut akan digunakan untuk mendukung proyek-proyek berkelanjutan di sejumlah sektor prioritas, mulai dari energi terbarukan, manufaktur lanjutan, industri hilir, hingga produksi pangan. Arah ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin Danantara bekerja bukan sekadar sebagai kantong investasi, melainkan sebagai alat untuk memperkuat struktur ekonomi nasional di sektor-sektor yang dianggap paling relevan bagi masa depan Indonesia.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


