Berbuka Sehat: Dampak Gorengan untuk Kesehatan

Berbuka Sehat: Dampak Gorengan untuk Kesehatan

Gorengan hampir selalu punya tempat di meja berbuka. Rasanya gurih, praktis, dan mudah ditemukan. Namun di balik popularitasnya, makanan satu ini kerap memunculkan pertanyaan: apakah aman jika dikonsumsi saat perut baru saja kosong seharian? Jawabannya tidak sesederhana larangan atau boleh semata, karena yang paling menentukan justru cara dan jumlah konsumsinya.

Gorengan Boleh, Tapi Jangan Jadi Pembuka Utama

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, menegaskan bahwa gorengan sebenarnya masih boleh dikonsumsi saat berbuka. Meski begitu, ada syarat penting yang tidak boleh diabaikan, yakni porsi dan waktu makan. Menurutnya, gorengan tidak sebaiknya langsung disantap begitu azan Magrib berkumandang, karena tubuh masih membutuhkan hidrasi setelah seharian berpuasa.

Ia menyarankan agar berbuka dimulai dengan minuman manis atau makanan ringan terlebih dahulu. Kurma, kue kecil, atau jus bisa menjadi pilihan awal sebelum masuk ke makanan yang lebih berat. Setelah salat Magrib, barulah makan besar dapat dilakukan agar lambung menerima asupan secara bertahap dan tidak kaget.

Risiko Kalori dan Lemak yang Perlu Diwaspadai

Masalah utama gorengan bukan hanya soal minyak, tetapi juga kandungan kalori yang melonjak setelah proses penggorengan. Teknik memasak dengan minyak banyak membuat makanan menyerap lemak lebih tinggi, terlebih jika menggunakan adonan tepung. Kondisi ini dapat menambah kadar lemak trans yang tidak baik bagi tubuh.

Contohnya, tempe goreng tepung disebut mengandung 72 kalori dan 4,2 gram lemak per potong. Sementara itu, bakwan bisa mencapai 137 kalori dan 11,59 gram lemak per potong. Jika dikonsumsi berlebihan, asupan seperti ini dapat mendorong kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hingga kolesterol tinggi.

Batasi Porsi, Pilih Cara Olah yang Lebih Ringan

Karena itu, gorengan sebaiknya ditempatkan sebagai pelengkap, bukan menu utama berbuka. Satu potong gorengan favorit sudah cukup bila memang ingin menikmatinya. Untuk pilihan yang lebih aman, gorengan juga bisa dibuat sendiri di rumah dengan minyak sekali pakai yang rendah lemak trans.

Prof. Ari juga menyarankan agar bahan seperti tahu dan tempe digoreng tanpa tambahan tepung supaya kandungan kalorinya tidak semakin tinggi. Di saat yang sama, asupan makanan bergizi seimbang dan kecukupan cairan harian tetap harus dijaga agar tubuh tetap bugar selama menjalani puasa.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.