Berita  

Mantan Danjen Kopassus Jabat Dirut PT Agrinas: BUMN Disuntik Rp8 Triliun!

Mantan Danjen Kopassus Pimpin PT Agrinas Palma Nusantara di Tengah Suntikan Rp8 Triliun

Penunjukan Letjen TNI (purn) Agus Sutomo sebagai Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjadi sorotan di tengah perubahan besar yang sedang terjadi pada tubuh BUMN. Di saat perusahaan pelat merah itu masuk fase transformasi dan pemerintah menyiapkan dukungan dana jumbo, kursi pucuk pimpinan kini diisi oleh figur militer senior yang punya rekam jejak panjang di lingkungan TNI.

Agus Sutomo, yang berasal dari Klaten dan lahir pada 14 April 1960, merupakan lulusan Akademi Militer 1984 dari kecabangan infanteri. Ia kini berstatus purnawirawan perwira tinggi TNI-AD. Penunjukannya diumumkan melalui laman resmi perusahaan, menandai babak baru bagi Agrinas Palma Nusantara yang sedang memperluas peran bisnisnya setelah proses transformasi dari PT Indra Karya (Persero).

Transformasi Agrinas dan peran barunya

Agrinas Palma Nusantara merupakan bagian dari pembentukan BUMN Agrinas yang diarahkan bergerak di sektor pangan, perkebunan, dan perikanan. Perusahaan ini lahir dari transformasi tiga BUMN karya, yang kemudian dirombak agar memiliki fokus usaha yang lebih spesifik sesuai kebutuhan kebijakan pemerintah.

Dalam perjalanannya, PT Agrinas Palma Nusantara tidak hanya bergerak di bidang perkebunan, tetapi juga mengembangkan lini konsultansi konstruksi. Perubahan ini menunjukkan bahwa perusahaan tengah disiapkan untuk memainkan peran yang lebih luas, sejalan dengan arah bisnis baru yang ditetapkan pemerintah.

Jejak karier Agus Sutomo di militer

Sebelum memimpin Agrinas Palma Nusantara, Agus Sutomo dikenal sebagai salah satu perwira tinggi TNI AD dengan riwayat jabatan strategis. Ia pernah menjabat Komandan Paspampres pada 2011–2012, lalu dipercaya menjadi Danjen Kopassus pada periode 2012–2014. Posisi-posisi itu menempatkannya dalam lingkaran tugas yang menuntut disiplin tinggi, pengambilan keputusan cepat, dan kepemimpinan di lapangan.

Penunjukan Agus ke kursi direktur utama pun menambah perhatian publik, apalagi berlangsung di tengah polemik terkait Undang-undang TNI hasil revisi. Di sisi lain, pemerintah juga sedang mendorong penguatan struktur dan modal pada sejumlah BUMN strategis, termasuk Agrinas.

BUMN disuntik Rp8 triliun

Di saat manajemen baru mulai bekerja, Agrinas disebut akan mendapat dukungan modal besar dari negara. Suntikan dana Rp8 triliun itu menjadi sinyal bahwa perusahaan ini disiapkan untuk bergerak lebih agresif dalam pengembangan usaha. Dengan modal sebesar itu, beban sekaligus ekspektasi terhadap kepemimpinan baru tentu ikut meningkat.

Langkah penunjukan Agus Sutomo memperlihatkan bahwa pemerintah bukan hanya menata ulang struktur perusahaan, tetapi juga mencari figur yang dianggap mampu mengawal fase transisi tersebut. Di tengah sorotan publik terhadap arah baru Agrinas Palma Nusantara, nama Agus kini menjadi salah satu titik utama yang menentukan bagaimana perusahaan ini akan melangkah ke depan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.