Berita  

Silaturahmi Menteri Jazilul ke Jokowi: nasihat Bijaksana

Silaturahmi para menteri Kabinet Indonesia Maju ke Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat Idulfitri kembali memantik komentar publik. Namun, Anggota Komisi III DPR RI Jazilul Fawaid meminta kunjungan itu tidak dipelintir menjadi isu politik yang berlebihan. Menurutnya, pertemuan tersebut seharusnya dibaca sebagai tradisi halalbihalal yang wajar, bukan sinyal adanya manuver kekuasaan di baliknya.

Jazilul: Jangan Semua Dibaca Politik

Jazilul menilai masyarakat perlu melihat sisi baik dari momen silaturahmi tersebut, apalagi di tengah derasnya arus informasi media sosial yang kerap melahirkan tafsir macam-macam. Ia mengingatkan bahwa suasana Lebaran memang identik dengan kunjungan, saling bermaafan, dan menjaga hubungan antarpihak, termasuk tokoh-tokoh negara.

Karena itu, ia menolak jika agenda tersebut dikaitkan dengan dinamika politik praktis. Baginya, tidak semua pertemuan pejabat harus dicurigai sebagai langkah strategis yang sarat kepentingan.

Isu Matahari Kembar Dibantah

Menanggapi perbincangan soal dugaan adanya “matahari kembar” dalam pemerintahan, Jazilul menegaskan hal itu tidak mungkin terjadi dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Ia menyebut konstitusi sudah jelas mengatur bahwa kepemimpinan negara hanya berada pada presiden dan wakil presiden, sehingga tidak ada ruang bagi dualisme otoritas seperti yang ramai dibicarakan.

Dengan penegasan itu, Jazilul ingin meredam spekulasi yang berkembang setelah sejumlah menteri dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto terlihat mendatangi kediaman Jokowi di Solo pada Hari Raya Idulfitri 2025. Menurutnya, momen tersebut semestinya ditempatkan dalam konteks silaturahmi, bukan dibaca sebagai tanda adanya pusat kekuasaan lain.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.