Berita  

Menjaga Transparansi dalam Proses Pemilihan Vendor di Kampus

Temuan terbaru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyoroti satu persoalan yang kerap dianggap sepele tetapi berdampak besar di dunia pendidikan: benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa. Dari hasil pemetaan yang dirilis melalui Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024, pola relasi pribadi masih ikut menentukan arah pemilihan vendor di sejumlah satuan pendidikan, termasuk perguruan tinggi.

Relasi pribadi masih memengaruhi pilihan vendor

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, menyampaikan bahwa sekitar 68 persen kampus menerima komisi dari vendor. Dalam sejumlah kasus, pimpinan perguruan tinggi bahkan disebut menentukan vendor bukan semata berdasarkan kebutuhan institusi, melainkan karena kedekatan atau hubungan personal.

Di tingkat sekolah, pola serupa juga masih ditemukan. KPK mencatat sekitar 43 persen sekolah berada dalam situasi benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa, termasuk ketika kepala sekolah ikut menentukan vendor berdasarkan relasi pribadi. Temuan ini menunjukkan bahwa masalah integritas tidak hanya terjadi di level kebijakan besar, tetapi juga menyentuh praktik administratif harian.

Bingkisan untuk guru dan anggapan yang masih longgar

SPI Pendidikan 2024 juga menyoroti perilaku pemberian hadiah di lingkungan sekolah. Sekitar 22 persen sekolah terlibat dalam kasus di mana guru menerima bingkisan dari orang tua murid dengan harapan dapat memengaruhi nilai siswa. Situasi ini memperlihatkan bagaimana batas antara perhatian, kebiasaan, dan praktik yang tidak sehat masih kerap kabur.

Lebih jauh, survei itu mencatat bahwa 30 persen guru atau dosen, serta 18 persen kepala sekolah atau rektor, masih memandang penerimaan hadiah dari siswa atau wali murid sebagai sesuatu yang wajar. Pandangan seperti ini menjadi perhatian karena dapat membuka ruang pembiaran terhadap praktik yang seharusnya dijaga agar tetap bersih dan profesional.

Melibatkan puluhan ribu satuan pendidikan

SPI Pendidikan Tahun 2024 melibatkan responden dari lebih dari 36 ribu satuan pendidikan. Rinciannya mencakup lebih dari 35 ribu Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah (Dasmen) serta sekitar 1.200 Satuan Pendidikan Tinggi (Dikti). Jumlah responden yang terlibat dalam survei ini mencapai 449.865 orang dari berbagai unsur dalam ekosistem pendidikan.

Skala responden yang besar membuat temuan ini menjadi cermin penting bagi dunia pendidikan, terutama dalam upaya membenahi tata kelola, memperkuat integritas, dan menutup celah praktik yang selama ini dianggap lumrah. Di tengah dorongan menciptakan lingkungan belajar yang bersih, hasil survei ini menunjukkan bahwa pekerjaan rumah di sektor pendidikan masih panjang.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.