Eddie Nalapraya: Patriot dan Pejuang Pencak Silat Indonesia

Eddie Nalapraya, Sosok yang Menjaga Silat Tetap Hidup di Panggung Nasional

Suasana duka menyelimuti Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, saat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir dalam pemakaman Mayjen TNI (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya. Kehadiran Prabowo menjadi penanda penghormatan negara kepada seorang tokoh yang dikenal bukan hanya sebagai pejuang kemerdekaan, tetapi juga sebagai penjaga marwah pencak silat Indonesia.

Penghormatan Negara untuk Tokoh Silat

Prabowo tiba sesuai jadwal dengan mengenakan safari cokelat dan peci hitam. Ia langsung memberikan penghormatan kepada keluarga almarhum sebelum menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Eddie. Dalam momen itu, Prabowo menegaskan bahwa kiprah Eddie selama hidup telah memberi jejak yang kuat dalam perjalanan pencak silat nasional.

Menurut Prabowo, Eddie bukan sekadar mantan pejabat atau tokoh organisasi. Ia adalah figur yang ikut menjaga agar pencak silat tetap bertahan sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. Peran itu dinilai penting karena pencak silat tak hanya dilihat sebagai olahraga atau seni bela diri, melainkan juga wadah pembentukan karakter dan semangat cinta tanah air.

Warisan yang Melampaui Dunia Olahraga

Eddie Marzuki Nalapraya pernah menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), posisi yang membuat namanya lekat dengan perkembangan pencak silat di berbagai daerah. Prabowo juga menyoroti dedikasi Eddie dalam memperkenalkan dan mengembangkan silat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, sehingga warisan budaya ini mendapat perhatian yang lebih luas.

Atas pengabdiannya, Eddie menerima Bintang Mahaputera, salah satu penghargaan tertinggi dari pemerintah. Penghargaan itu menjadi pengakuan atas kontribusi panjangnya, bukan hanya dalam bidang kemiliteran, tetapi juga dalam upaya merawat tradisi dan nilai kebangsaan melalui pencak silat.

Doa dan Salam Perpisahan

Di hadapan keluarga dan para pelayat, Prabowo mendoakan agar almarhum diterima di sisi Tuhan. Ia kemudian berpamitan dengan penuh hormat, menegaskan bahwa Eddie telah meninggalkan kontribusi terbaik bagi bangsa. Kepergian Eddie menutup satu bab penting dalam sejarah pencak silat Indonesia, namun jejak pengabdiannya masih akan terus dikenang.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.