Belum tumbuhnya gigi pada anak kerap membuat orang tua cemas, padahal urusan ini tidak selalu menandakan masalah serius. Pertumbuhan gigi memang bisa berbeda pada tiap anak, baik dari sisi waktu maupun urutannya. Ada anak yang giginya muncul lebih cepat, sementara yang lain baru menunjukkan tanda-tanda lebih lambat dari kebanyakan anak seusianya.
Rentang Normal Pertumbuhan Gigi Anak
Mengacu pada Healthline, gigi susu umumnya mulai muncul saat anak berusia 6 hingga 12 bulan. Namun, rentang ini bukan patokan mutlak. Sebagian anak bisa lebih cepat, sebagian lain lebih lambat tanpa disertai gangguan kesehatan tertentu. Karena itu, keterlambatan tumbuh gigi tidak otomatis berarti ada sesuatu yang salah.
Meski begitu, bila anak belum juga memperlihatkan tanda pertumbuhan gigi hingga usia 12 bulan, orang tua disarankan berkonsultasi dengan dokter gigi anak. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan apakah keterlambatan tersebut masih tergolong wajar atau perlu penanganan lebih lanjut.
Faktor yang Bisa Memengaruhi
Ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi cepat atau lambatnya pertumbuhan gigi pada anak. Di antaranya adalah faktor genetik, asupan nutrisi yang kurang, kondisi kesehatan tertentu, hingga kurangnya stimulasi. Selain itu, asupan kalsium ibu selama kehamilan juga disebut dapat berpengaruh terhadap perkembangan gigi anak.
Kekurangan gizi atau malnutrisi juga menjadi perhatian, karena pertumbuhan gigi sangat berkaitan dengan kecukupan nutrisi sejak masa awal kehidupan. Faktor keturunan dan jenis kelamin anak turut disebut sebagai bagian dari variasi alami yang dapat membuat waktu tumbuh gigi berbeda-beda.
Langkah Perawatan yang Perlu Diperhatikan
Orang tua tetap bisa membantu menjaga kesehatan mulut anak sejak dini. Beberapa langkah yang disarankan antara lain rutin membawa anak ke dokter gigi, tidak membiarkan bayi tidur dengan dot atau empeng, menggunakan sikat gigi khusus bayi, serta membersihkan dot secara teratur. Air putih juga perlu diberikan secara berkala, sementara gusi dan gigi bayi sebaiknya dibersihkan minimal 2-3 kali sehari.
Dengan perawatan yang konsisten, kesehatan gigi anak dapat lebih terjaga meski waktu tumbuh giginya tidak sama dengan anak lain. Yang terpenting, orang tua tetap peka terhadap perubahan yang muncul dan tidak ragu meminta evaluasi medis bila pertumbuhan gigi terasa terlalu lama tertunda.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












