Presiden Prabowo Subianto memberi sorotan khusus kepada para pekerja migas yang terlibat dalam pengembangan dua proyek energi strategis, Forel dan Terubuk, di Blok Laut Natuna Selatan B, Kepulauan Riau. Dalam pandangannya, para pekerja ini bukan sekadar tenaga teknis di lapangan, melainkan bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan menjaga martabat Indonesia di sektor yang sangat vital.
Prabowo Sebut Pekerja Migas sebagai Pahlawan Energi
Prabowo menegaskan bahwa kontribusi para pekerja migas layak mendapat penghargaan tinggi karena mereka berada di garis depan pembangunan energi nasional. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja keras yang dilakukan di tengah medan yang tidak mudah, jauh dari pusat perhatian, namun berdampak besar bagi kapasitas Indonesia. Menurutnya, keberhasilan proyek seperti Forel dan Terubuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi energi yang besar dan dapat terus dikembangkan secara lebih kuat.
Peresmian Virtual Tetap Menjadi Momen Penting
Meski peresmian dilakukan secara virtual, acara tersebut tetap dipandang sebagai momentum penting. Kehadiran sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa proyek ini memiliki arti strategis bagi pemerintah. Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan rasa terima kasih dan doa agar para pekerja yang bertugas di wilayah terpencil dan penuh tantangan selalu diberi perlindungan serta kekuatan untuk menjalankan tugas mereka.
Isyarat Arah Baru Energi Nasional
Keberhasilan pengembangan Forel dan Terubuk tidak hanya diposisikan sebagai pencapaian teknis, tetapi juga sebagai penanda arah masa depan energi Indonesia. Di tengah kebutuhan untuk terus memperkuat sektor energi, proyek ini menjadi contoh bahwa sumber daya dan kemampuan nasional dapat berjalan beriringan jika dikelola dengan serius. Prabowo menempatkan para pekerja migas sebagai bagian dari fondasi itu, yakni mereka yang bekerja di lapangan agar cita-cita kemandirian energi tidak berhenti sebagai wacana.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


