Berita  

Luhut Kembangkan Hilirisasi Kemenyan, Denny Siregar Pas Eksekusi

Rencana Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Pandjaitan untuk mendorong hilirisasi kemenyan kembali memancing perhatian publik. Di tengah sorotan itu, pegiat media sosial Denny Siregar ikut menanggapi dan menyebut gagasan tersebut sebagai ide yang bagus. Namun, ia menilai persoalan utama di Indonesia kerap bukan pada tahap merancang kebijakan, melainkan saat masuk ke tahap pelaksanaan.

Ide Dianggap Bagus, Eksekusi Jadi Titik Rawan

Dalam pandangannya, para pejabat di Indonesia sering kali punya konsep yang terdengar menjanjikan. Masalahnya, kata Denny, situasi berubah ketika rencana itu mulai dieksekusi. Pada fase tersebut, ia menyindir bahwa kepentingan pribadi kerap ikut masuk dan membuat arah kebijakan bergeser dari tujuan awal.

Pernyataan itu muncul setelah Luhut membagikan penjelasan mengenai potensi hilirisasi kemenyan melalui unggahan di Instagram. Dalam unggahan tersebut, ia menyoroti besarnya peluang komoditas ini untuk dikembangkan lebih jauh, tidak hanya berhenti pada ekspor bahan mentah.

Ekspor Besar, Warga Daerah Bergantung pada Kemenyan

Menurut data yang disampaikan, ekspor kemenyan Indonesia pada 2024 mencapai 43 ribu ton dengan nilai lebih dari US$52 juta. Angka itu menunjukkan bahwa kemenyan bukan komoditas kecil, melainkan produk yang sudah punya pasar dan kontribusi ekonomi yang nyata.

Di sisi lain, sekitar 30 persen penduduk di Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan disebut menggantungkan hidup pada komoditas ini. Kondisi tersebut membuat hilirisasi kemenyan berbasis komunitas menjadi isu yang penting, karena berkaitan langsung dengan mata pencaharian masyarakat di daerah penghasil.

Hilirisasi Berbasis Komunitas Jadi Kunci

Dengan besarnya ketergantungan warga dan nilai ekspor yang sudah terbentuk, dorongan untuk mengembangkan hilirisasi kemenyan dinilai relevan. Gagasan ini tidak hanya menyangkut peningkatan nilai tambah produk, tetapi juga menyentuh kepentingan ekonomi masyarakat lokal yang selama ini bergantung pada rantai produksi kemenyan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.