Presiden Brasil Puji BRICS Sebagai Pewaris Semangat Konferensi Bandung

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menegaskan bahwa kelompok BRICS menjadi perwujudan semangat Konferensi Asia-Afrika atau Konferensi Bandung yang menolak dominasi kekuatan besar dunia. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato pembuka sesi pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-17 di Museum Seni Modern (MAM), Rio de Janeiro. Presiden RI Prabowo Subianto juga turut hadir dalam KTT ini, dengan Indonesia hadir sebagai anggota BRICS untuk pertama kalinya.

Lula menyatakan bahwa BRICS menghidupkan semangat non-blok Bandung dan mencerminkan gerakan tersebut. Dalam pidatonya, Lula juga menyoroti krisis multilateralisme yang tengah dihadapi dunia saat ini. Ia menekankan bahwa meskipun PBB telah berusia 80 tahun, kita melihat keruntuhan multilateralisme yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Presiden Brasil ini menjelaskan bahwa pendirian PBB merupakan simbol harapan dunia setelah kekalahan fasisme dan sebagian besar negara anggota BRICS adalah pendiri PBB. Dia juga mengingatkan bahwa Konferensi Bandung berjuang melawan pembagian dunia dalam zona pengaruh, menekankan tatanan internasional multipolar.

Lula menegaskan kembali posisi BRICS sebagai pewaris gerakan non-blok dalam panggung global. Sejak Indonesia menjadi anggota penuh BRICS pada 1 Januari 2025, acara KTT BRICS menjadi forum diskusi isu politik, keamanan global, reformasi tata kelola global, dan penguatan multilateralisme. Selain itu, pemimpin BRICS membahas kerjasama ekonomi dan keuangan, tata kelola artificial intelligence, lingkungan, aksi iklim, dan kesehatan global dalam pertemuan tersebut.

Source link