Perjalanan haji telah menjadi bagian dari sejarah masyarakat Indonesia sejak zaman kolonial. Dahulu, umat Islam di Nusantara melakukan haji melalui jalur laut karena belum ada transportasi udara. Namun, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebutkan bahwa penggunaan jalur laut untuk perjalanan haji masih dalam tahap wacana. Masyarakat modern kerap mengaitkan haji dengan umrah menggunakan transportasi udara yang memakan waktu sekitar 10 jam. Meskipun demikian, Kemenag masih dalam proses mendiskusikan kemungkinan penggunaan jalur laut sebagai opsi tambahan selain penerbangan untuk ibadah haji dan umrah. Inisiatif ini telah disampaikan kepada Pemerintah Arab Saudi dan sedang dibicarakan dengan otoritas Kerajaan Saudi. Dalam acara peluncuran SGIE Report 2024/2025 dan peringatan satu dekade Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), Nasaruddin menegaskan bahwa pemerintah sedang menjajaki kemungkinan membuka jalur laut sebagai alternatif pelaksanaan ibadah umrah dan haji dengan diskusi bersama otoritas Saudi.
Skema Baru Perjalanan Haji dan Umrah Jalur Laut: Penjelasan Menag Nasaruddin Umar
Read Also
Recommendation for You

Arif Wicaksono, seorang pegiat politik, ekonomi, dan sosial, memberikan pandangan jujur mengenai kemampuan Menteri Kehutanan,…

Pegiat media sosial, Herwin Sudikta, memberikan tanggapannya terkait rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat alutsista…

Pemerhati Politik dan Kebangsaan, M. Rizal Fadillah, mengungkapkan pandangan kontroversialnya terkait polemik seputar ijazah Presiden…

Aktivis lingkungan, Virdian Aurellio, menyoroti kurangnya keseriusan negara dalam penanggulangan kerusakan alam dan dampaknya terhadap…

Profesor Ciek Julyati Hisyam dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yakin bahwa ijazah S1 dari Universitas…







