Biaya Nol, Disiplin Naik: Sekolah Rakyat Bikin Orang Tua Lebih Tenang
Di tengah biaya pendidikan yang kerap membuat orang tua berpikir keras, program Sekolah Rakyat hadir sebagai napas lega bagi keluarga seperti Juwita dan Dian. Bukan hanya karena anak-anak mereka bisa belajar tanpa dibebani seragam, buku, dan uang makan, tetapi juga karena perubahan sikap yang mulai terlihat sejak program ini berjalan. Bagi mereka, manfaat Sekolah Rakyat tidak berhenti di soal biaya; ada dampak yang lebih besar pada kebiasaan hidup anak-anak.
Perubahan Anak Terlihat dari Rumah hingga Asrama
Juwita mengaku melihat perubahan nyata pada anaknya, Fachri, setelah bergabung dalam program tersebut. Fachri disebut menjadi lebih rajin, mandiri, dan santun. Selama hampir sebulan tinggal di asrama, kebiasaannya ikut terbentuk: ia lebih terbiasa hidup teratur dan menjalani rutinitas dengan disiplin. Dari sisi orang tua, perubahan ini terasa penting karena pendidikan tidak lagi hanya soal nilai di kelas, tetapi juga pembentukan karakter sehari-hari.
Dian pun merasakan hal serupa. Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat membantu anak-anak tumbuh lebih mandiri dan disiplin. Program ini memberi ruang bagi mereka untuk belajar hidup tertib, menjaga kebiasaan sehat, dan tidak selalu bergantung pada orang tua dalam hal-hal dasar. Bagi keluarga, hasil seperti ini menjadi nilai tambah yang sulit diukur dengan uang.
Beban Keluarga Berkurang, Harapan Bertambah
Di sisi lain, program ini juga meringankan beban ekonomi keluarga. Biaya pendidikan yang biasanya menyangkut perlengkapan sekolah dan kebutuhan harian kini tak lagi sepenuhnya ditanggung orang tua. Situasi itu membuat banyak keluarga merasa lebih tenang dalam menjalani hari-hari, terutama mereka yang selama ini harus membagi penghasilan untuk banyak kebutuhan sekaligus.
Karena itu, apresiasi pun mengalir kepada Presiden Prabowo Subianto yang dinilai menghadirkan program ini sebagai bentuk perhatian terhadap keluarga menengah ke bawah. Bagi Juwita dan Dian, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat anak belajar, melainkan jalan baru yang membuka kesempatan bagi anak-anak untuk tumbuh lebih baik, lebih tertib, dan lebih siap menghadapi masa depan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


