Selama beberapa tahun terakhir, terjadi tren yang cukup umum di kalangan pesepak bola profesional, di mana para pemain kerap terlihat mengenakan kaus kaki yang dilubangi di bagian belakang, terutama di area betis. Fenomena ini bukanlah akibat kerusakan semata, melainkan muncul karena kebutuhan tertentu para pemain. Tujuan utama dari tindakan ini adalah untuk mengurangi tekanan pada otot betis, mengingat kaus kaki sepak bola biasanya dirancang ketat agar mampu menopang pelindung tulang kering. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan menghambat sirkulasi darah terutama bagi pemain dengan otot betis yang besar dan menonjol. Melubangi kaus kaki di bagian belakang dipercaya membantu otot “bernapas” lebih baik serta meningkatkan aliran darah ke area tersebut, sehingga dapat meningkatkan performa pemain, terutama saat pertandingan berintensitas tinggi.
Beberapa pemain terkenal seperti Jude Bellingham, Bukayo Saka, dan Conor Gallagher, bahkan terlihat mengenakan kaus kaki bolong saat memperkuat tim nasional Inggris di ajang bergengsi seperti Piala Eropa. Fenomena ini juga pernah memunculkan kontroversi, di mana beberapa pemain seperti Mason Holgate, Kyle Walker, dan Danny Rose menjadi sorotan karena kaus kaki bolong mereka. Meskipun ada kasus di mana mantan bek Valencia, Ezequiel Garay, diminta untuk mengganti kaus kaki karena dianggap melanggar aturan berpakaian dalam pertandingan, hal ini tidak melanggar aturan yang ditetapkan oleh International Football Association Board (IFAB). Law 4 Laws of the Game IFAB tidak mengatur secara spesifik bentuk atau panjang kaus kaki, selama masih dapat menutupi pelindung tulang kering dengan baik.
Meski demikian, beberapa pemain lain memilih untuk tidak mengikuti tren tersebut, seperti Jack Grealish yang menggunakan model kaus kaki rendah tanpa sobekan. Dalam konteks ini, kenyamanan dan performa fisik di lapangan menjadi faktor pertimbangan utama bagi para pemain. Sejumlah bintang sepak bola dunia juga diketahui pernah mengenakan kaus kaki bolong, antara lain Gareth Bale, Neymar, dan Arthur Masuaku. Di liga Indonesia, fenomena ini juga terlihat sering dilakukan oleh Marko Simic saat masih membela Persija Jakarta. Dengan demikian, pemain melakukan modifikasi terhadap perlengkapan standar mereka untuk meningkatkan kenyamanan dan performa, selama tidak melanggar regulasi resmi yang berlaku.












