Penyebab dan Jenis Dislokasi Bahu pada Jefri Nichol

Penyebab dan Jenis Dislokasi Bahu pada Jefri Nichol

Drama di ring tinju antara Jefri Nichol dan El Rumi berakhir jauh lebih cepat dari yang diperkirakan. Baru 38 detik berjalan di ronde pertama, pertarungan langsung terhenti setelah Jefri mengalami dislokasi bahu. Momen singkat itu bukan hanya membuat laga usai prematur, tetapi juga kembali membuka perhatian publik pada cedera yang kerap dianggap sepele, padahal bisa sangat mengganggu aktivitas fisik.

Apa yang Terjadi pada Bahu saat Dislokasi?

Dislokasi bahu terjadi ketika tulang lengan atas bergeser keluar dari posisi sendi bahu. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, tidak terbatas pada petinju atau atlet kontak fisik. Saat sendi kehilangan posisi normalnya, rasa sakit biasanya muncul tiba-tiba dan pergerakan lengan menjadi sangat terbatas. Karena bahu adalah sendi yang paling fleksibel, bagian ini juga termasuk yang paling rentan mengalami cedera jika menerima tekanan besar atau gerakan yang salah.

Dalam kasus seperti yang dialami Jefri Nichol, benturan atau dorongan kuat saat bertarung dapat memicu keluarnya tulang dari tempat semestinya. Itulah sebabnya dislokasi bahu sering muncul dalam olahraga, tetapi juga bisa terjadi dalam kecelakaan lalu lintas, jatuh dengan posisi tubuh yang buruk, trauma fisik, kejang, hingga sengatan listrik.

Jenis Dislokasi Bahu yang Perlu Dikenali

Dislokasi bahu tidak hanya satu bentuk. Ada beberapa jenis yang umum dikenal, dan masing-masing punya karakter yang berbeda. Dislokasi bahu anterior merupakan jenis yang paling sering terjadi. Pada kondisi ini, tulang lengan bergeser ke depan. Ada pula dislokasi inferior, saat tulang bergeser ke bawah, meski kasusnya lebih jarang ditemukan.

Selain itu, ada dislokasi parsial atau subluksasi, yaitu ketika tulang tidak benar-benar lepas dari sendi, tetapi bergeser keluar sebagian. Sementara itu, dislokasi posterior terjadi saat tulang bergeser ke arah belakang. Meski tidak selalu langsung terlihat, jenis ini tetap bisa menimbulkan nyeri dan gangguan gerak yang serius.

Siapa yang Lebih Rentan Mengalaminya?

Risiko dislokasi bahu cenderung lebih tinggi pada orang berusia 20-an tahun dan mereka yang aktif secara fisik. Mereka yang pernah mengalami dislokasi sebelumnya juga lebih mudah mengalaminya lagi. Karena itu, cedera ini tidak boleh dianggap ringan, terutama bila terjadi berulang. Mengenali penyebab dan jenisnya menjadi langkah penting agar masyarakat lebih waspada terhadap gerakan berisiko dan potensi cedera yang bisa menghambat aktivitas harian.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.