Berita  

7 Perintah Presiden Prabowo untuk Tata Kelola BUMN

Presiden RI, Prabowo Subianto, menyoroti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Jumat (15/8). Prabowo menekankan pentingnya tata kelola BUMN, termasuk pengelolaan aset, SDM, dan hal-hal lainnya. Dia juga mengkritik besarnya tantiem yang diterima oleh komisaris BUMN, bahkan menyindir yang hanya menghadiri rapat sebulan sekali namun mendapatkan tantiem hingga Rp40 miliar setahun. Prabowo telah memerintahkan Badan Pengelola Investasi Danantara untuk menghapus pemberian tantiem kepada direksi perusahaan yang merugi, bahkan menyatakan bahwa keuntungan harus riil. Prabowo juga menegaskan pentingnya visi baru BUMN yang fokus pada efisiensi, keterbukaan, dan kontribusi nyata terhadap keuangan negara.

Presiden Prabowo memberikan beberapa instruksi penting terkait tata kelola BUMN ke depan, antara lain mengenai optimalisasi aset BUMN untuk menjaga stabilitas APBN. Prabowo menyoroti bahwa aset BUMN mencapai lebih dari US$1.000 triliun dan menilai kontribusi minimal US$50 miliar per tahun sudah cukup untuk menutup defisit APBN. Ia menekankan pentingnya kontribusi BUMN dalam mendukung keuangan negara dan menegaskan bahwa tata kelola BUMN harus lebih efisien dan transparan. Prabowo memberikan sorotan bahwa BUMN harus memberikan sumbangsih yang nyata bagi keuangan negara, serta mengoptimalkan aset untuk mendukung APBN yang sehat.

Source link