Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X telah meminta pembebasan delapan peserta demonstrasi yang ditahan oleh Polda DIY. Dalam pertemuan dengan massa di halaman Mapolda DIY, Sultan Hamengku Buwono X meminta agar para demonstran tersebut dilepaskan. Kehadirannya disambut dengan alunan gending “Raja Manggala” yang biasanya hanya dimainkan saat Sultan keluar untuk menerima tamu kerajaan. Massa yang sedang melakukan aksi membuka jalan untuk Sultan Jogja dan memberikan tepuk tangan meriah. Sultan pertama kali bertemu dengan Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono, untuk meminta pembebasan delapan peserta aksi. Ia berharap langkah ini dapat membuka ruang dialog antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat, serta siap untuk menjadi penghubung aspirasi warga ke pemerintah pusat. Sultan juga menegaskan pentingnya demokratisasi di Jogja tanpa kekerasan, mengingat daerah ini tidak memiliki tradisi resolusi konflik dengan cara kekerasan.
Perbedaan Sri Sultan: Jogja Bebas Kekerasan Demo
Read Also
Recommendation for You

Kontroversi seputar keaslian ijazah Presiden Joko Widodo kembali ramai dibicarakan oleh masyarakat. Pendapat beragam pun…

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, menyoroti penggunaan istilah ‘rezim totaliter’ yang sering kali…

Bachrum Achmadi, seorang pegiat media sosial, menanggapi pernyataan Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, yang mengatakan…

PT TASPEN (Persero) telah memperkuat Whistleblowing System (WBS) sebagai sarana untuk melaporkan pelanggaran dan pertanyaan…

Presiden Prabowo Subianto telah mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menganut sistem Pemerintahan Demokrasi. Dalam sistem…







