Muhammad Said Didu, mantan Sekretaris BUMN, memberikan komentar terkait penonaktifan tiga kader partai politik di DPR RI setelah menimbulkan kemarahan masyarakat. Dalam pandangan Said Didu, keputusan partai politik tersebut seharusnya tidak membuat masyarakat tertipu karena anggota dewan yang dinonaktifkan masih tetap menerima gaji. Partai Nasdem, PAN, dan Golkar adalah tiga partai yang menonaktifkan kader-kadernya seperti Ahmad Sahrono, Nafa Urbach, Eko Patrio, Uya Kuya, dan Adies Kadir. Said Didu menjelaskan bahwa meski partai melakukan penonaktifan, menurut Undang-undang MD-3, tidak ada istilah non-aktif bagi anggota DPR, sehingga mereka tetap berstatus sebagai anggota dewan. Hal ini berarti bahwa kelima anggota dewan yang dinonaktifkan tetap berhak menerima gaji, tunjangan, dan fasilitas lainnya. Partai Nasdem pertama kali mengumumkan penonaktifan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dengan alasan pernyataan yang dianggap merugikan rakyat.
Partai Nonaktifkan Kader, Said Didu: Jangan Anggap Bodoh!
Read Also
Recommendation for You

Menjelang Idulfitri setiap tahunnya, Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selalu menjadi…

Pengurus Pusat Muhammadiyah telah mengkonfirmasi bahwa awal bulan Ramadhan tahun ini akan dimulai pada Rabu,…

Pakar Hukum Tata Negara dan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD,…

PB PORDI Meningkatkan Standar Perwasitan untuk Transformasi Domino Menjadi Olahraga Prestasi Nasional Pengurus Besar Perkumpulan…

Menuju puasa Ramadan 2026 semakin dekat, masyarakat Indonesia mulai mencari tahu berapa hari lagi menuju…







