Arema FC memasuki September dengan status yang tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Tim Singo Edan datang membawa modal empat laga tanpa kekalahan di bulan Agustus, sebuah laju yang membuat mereka bertahan di papan atas BRI Super League 2025/2026. Namun, ujian sesungguhnya baru dimulai bulan ini, saat tiga pertandingan sudah menunggu dan dua di antaranya tergolong bigmatch di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Modal Positif, Tantangan Lebih Berat
Di bawah asuhan Marcos Santos, Arema FC mengumpulkan delapan poin dari empat pertandingan pada Agustus dan menempati posisi ketiga klasemen sementara. Hasil itu memberi napas segar sekaligus tekanan baru, karena konsistensi kini menjadi tuntutan utama setelah jeda FIFA Matchday. Dengan tren yang sedang bagus, setiap laga September akan menjadi ukuran sejauh mana Arema mampu menjaga ritme dan bersaing di jalur atas.
Dua Laga Kandang yang Bisa Menentukan
Jadwal paling menyita perhatian datang saat Arema tampil di hadapan pendukung sendiri. Pada 13 September, mereka akan menjamu Dewa United Banten FC, lalu dilanjutkan dengan duel besar melawan Persib Bandung pada 22 September. Dua laga ini berpotensi sangat menentukan karena dimainkan di Kanjuruhan, tempat Arema diharapkan bisa memaksimalkan keuntungan sebagai tuan rumah.
Setelah itu, Arema harus menutup bulan dengan lawatan ke markas Persis Solo di Stadion Manahan pada 29 September. Laga tandang tersebut menjadi penyeimbang dari dua partai kandang yang berat, sekaligus menguji apakah performa solid Arema di awal musim benar-benar bisa dibawa ke laga luar rumah.
Skuad Diuji Cedera dan Panggilan Timnas
Situasi Arema tidak sepenuhnya ideal. Mereka harus kehilangan Achmad Maulana Syarif yang mengalami cedera ACL. Di saat bersamaan, Arkhan Fikri dan Salim Tuahrea juga dipanggil memperkuat Timnas U-23 Indonesia. Meski begitu, Arema masih memiliki komposisi pemain yang dinilai cukup seimbang untuk menjaga daya saing tim.
Perhatian juga tertuju pada lini serang yang mulai menunjukkan ketajaman, termasuk performa Dalberto yang menjadi salah satu tumpuan utama. Dengan modal itu, Arema FC tetap berambisi mempertahankan rekor tak terkalahkan dan mengamankan poin sebanyak mungkin dari tiga laga September, terutama saat bermain di kandang sendiri.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












