Mahfud MD menilai Nadiem Makarim punya integritas pribadi, tetapi gagal memahami cara kerja birokrasi pemerintahan. Dalam pandangannya, mantan Mendikbudristek itu lebih membawa gaya manajerial ala perusahaan ke dalam kementerian, bukan ritme kerja institusi negara.
“Tidak Ngantor di Kantor, tapi di Hotel”
Pernyataan itu disampaikan Mahfud MD dalam acara podcast Terus Terang di kanal Mahfud MD Official. Ia menyebut Nadiem sebagai sosok yang secara pribadi bersih dan berintegritas, namun dinilai belum cukup akrab dengan budaya birokrasi. Mahfud bahkan menyoroti kebiasaan kerja Nadiem yang disebut lebih sering memilih bertemu di hotel ketimbang di kantor kementerian.
Menurut Mahfud, cara kerja seperti itu menunjukkan perbedaan yang cukup tajam antara pola bisnis dan pola pemerintahan. Ia melihat Nadiem cenderung mengelola kementerian seperti perusahaan, padahal lembaga negara memiliki aturan, prosedur, dan mekanisme pengambilan keputusan yang jauh lebih kompleks.
Kasus Digitalisasi Pendidikan Menjadi Sorotan
Nama Nadiem kini ikut terseret dalam kasus dugaan korupsi program Digitalisasi Pendidikan Kemendikbudristek. Dalam perkara tersebut, pengadaan 1,2 juta unit laptop untuk sekolah di Indonesia diduga bermasalah karena ketidaksesuaian harga. Kerugian negara dalam kasus ini disebut mencapai Rp 1,98 triliun.
Selain Nadiem, sejumlah nama lain juga telah ditetapkan sebagai tersangka, di antaranya Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, Jurist Tan, dan Ibrahim Arief. Kasus ini menambah sorotan terhadap pengelolaan program pendidikan digital yang semula digadang-gadang sebagai langkah modernisasi, tetapi justru berujung pada dugaan penyimpangan.
Pandangan Mahfud soal Nadiem
Mahfud menegaskan bahwa kritiknya bukan pada sisi pribadi Nadiem, melainkan pada pemahaman terhadap tata kelola pemerintahan. Dalam pandangannya, integritas saja tidak cukup bila seorang pejabat tidak memahami struktur birokrasi dan cara kerja lembaga publik. Karena itulah, ia menilai gaya kepemimpinan Nadiem selama memimpin kementerian menyisakan persoalan yang kini ikut menjadi perhatian publik.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.










