Sosok Wali Kota Prabumilih Viral dan Dugaan Pencopotan Kepsek

Nama Wali Kota Prabumulih, Arlan, mendadak ramai dibicarakan setelah muncul polemik soal pencopotan Kepala SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah. Isu itu cepat meluas karena tidak hanya menyeret nama sang kepsek, tetapi juga petugas keamanan sekolah, Ageng Wintoro, hingga memicu langkah klarifikasi terbuka dari Arlan bersama Wakil Wali Kota Franky Nasril dan sejumlah pejabat daerah.

Klarifikasi soal dugaan pencopotan

Dalam konferensi pers, Arlan membantah keras kabar yang menyebut Roni dicopot karena menegur anaknya yang disebut membawa mobil ke sekolah. Menurut dia, informasi tersebut tidak benar dan termasuk hoaks. Arlan menegaskan, teguran yang pernah disampaikan kepada Roni berkaitan dengan persoalan lain, yakni kasus guru dan murid di lingkungan sekolah itu.

Pernyataan itu menjadi titik penting karena polemik yang beredar telanjur membentuk opini publik bahwa ada campur tangan pribadi dalam urusan jabatan kepala sekolah. Klarifikasi dari Arlan pun dimaksudkan untuk meredam spekulasi yang semakin liar di media sosial dan ruang publik.

Langkah pembatalan dan pemeriksaan isu

Setelah melalui pertimbangan, Ajudan Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah, memutuskan membatalkan keputusan pencopotan Roni. Pada saat yang sama, petugas keamanan sekolah yang sebelumnya diberhentikan juga dikembalikan ke posisinya. Keputusan ini menandai perubahan arah yang cukup cepat setelah polemik tersebut menyita perhatian luas.

Di tingkat provinsi, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru ikut turun tangan dengan menugaskan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) untuk menelusuri isu pencopotan Kepsek SMPN 1 Prabumulih. Langkah itu menunjukkan bahwa kasus ini tidak lagi dipandang sebagai urusan internal sekolah semata, melainkan persoalan yang sudah menjadi sorotan publik.

Profil Arlan ikut disorot

Di tengah ramainya polemik, sosok Arlan kembali diperbincangkan. Ia diketahui berasal dari OKU, Sumatera Selatan, dan sebelum menjabat sebagai kepala daerah, lebih dulu dikenal sebagai pengusaha. Arlan juga tercatat sebagai Ketua Dewan Penasihat DPC Partai Gerindra di Kota Prabumulih.

Selain karier politik dan latar belakang usahanya, perhatian publik juga tertuju pada harta kekayaannya yang tercatat sebesar Rp17.002.737.046. Dalam kontestasi Pilkada Prabumulih 2024, Arlan sempat menjadi bahan pembicaraan karena memboyong keempat istrinya saat kampanye. Di tengah sorotan itu, ia menyatakan bertanggung jawab baik di dunia maupun di akherat.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.