6 Presiden Indonesia dan Pidato di PBB

Presiden Prabowo hadir dalam Sidang Majelis Umum ke-80 di New York sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kehadirannya ini menjadi momen penting setelah 10 tahun absen berpidato langsung di forum tahunan tersebut. Selain Prabowo, beberapa mantan pemimpin Indonesia juga pernah berpidato di Sidang Umum PBB sejak era Presiden Soekarno pada tahun 1960. Pidato-pidato tersebut bukan hanya mencatat sejarah diplomasi, tetapi juga mencerminkan arah politik luar negeri dan posisi Indonesia di kancah internasional.

Presiden Soekarno menjadi pemimpin Indonesia pertama yang berpidato di Panggung PBB pada tahun 1960 dalam pidato berjudul “To Build the World Anew”. Pidato tersebut menyoroti pertarungan geopolitik, rasa kemanusiaan, perjuangan anti-kolonialisme, serta memperkenalkan Pancasila sebagai ideologi alternatif universal. Pidato Bung Karno tersebut dianggap sebagai salah satu orasi paling berpengaruh dalam forum internasional.

Tiga dekade kemudian, Presiden Soeharto berbicara di Sidang Umum PBB pada tahun 1992 dan 1995 tentang kerja sama global yang adil serta peran Indonesia sebagai negara yang aktif di kancah internasional. Pidato Megawati Soekarnoputri pada saat serangan terorisme 11 September 2001 di AS, menekankan perlunya kerja sama internasional dalam melawan terorisme dan menjaga perdamaian global.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga memperkuat diplomasi Indonesia di forum internasional dengan hadir dalam Sidang Umum PBB sebanyak 6 kali selama dua periode kepemimpinannya. Presiden Jokowi, meskipun hadir secara virtual, menyampaikan pidatonya pada Sidang Umum ke-75 dan ke-76 mengenai isu global seperti pemulihan ekonomi dan ketidaksetaraan global.

Selanjutnya, Presiden Prabowo dijadwalkan untuk berpidato secara langsung dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-80 pada tahun 2025, menyoroti dukungan Indonesia terhadap rakyat Palestina. Kehadiran presiden Indonesia di Sidang Umum PBB memiliki makna simbolis yang kuat dalam diplomasi luar negeri negara ini. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia terhadap isu-isu global dan posisinya di kancah internasional.

Source link