Quiet covering, sebuah istilah yang sedang populer di kalangan Generasi Z yang mulai memasuki dunia kerja. Istilah baru ini menggambarkan bagaimana pekerja menyikapi tuntutan perusahaan dan bagaimana mereka menyesuaikan diri dengan ekspektasi perusahaan. Bagi Generasi Z, quiet covering memiliki makna tersendiri, di mana mereka ingin dihargai atas kompetensi dan kontribusi yang mereka berikan tanpa harus kehilangan identitas pribadi mereka. Quiet covering merujuk pada praktik seseorang yang menyembunyikan identitas pribadi demi menghindari diskriminasi, stereotip, dan penilaian negatif. Dalam konteks Gen Z, ini ditunjukkan dengan cara seperti menutupi masalah pribadi, baik terkait pengalaman hidup maupun kesehatan mental, sehingga mereka tetap terlihat profesional di lingkungan kerja. Alasan-alasan Gen Z melakukan quiet covering antara lain untuk menjaga profesionalisme, mencari penerimaan sosial, menghindari diskriminasi, dan membuka peluang kenaikan gaji atau promosi. Meskipun quiet covering dapat membantu seseorang terlihat lebih profesional, jika dilakukan secara berlebihan, dapat berdampak negatif seperti menurunnya produktivitas, berkurangnya motivasi kerja, dan meningkatnya risiko stres. Oleh karena itu, penting untuk memahami dampak quiet covering dan menjaga keseimbangan antara profesionalisme dan kesehatan mental.
Mengetahui Quiet Covering dan Dampaknya pada Karir Gen Z
Read Also
Recommendation for You

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menganggap libur Imlek yang hampir bersamaan dengan bulan Ramadhan pada…

Merawat rambut agar tetap segar dan tidak berminyak merupakan hal penting dalam menjaga penampilan. Rambut…

Gangguan pencernaan merupakan masalah kesehatan yang dapat dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup sehari-hari….

Musim hujan sering memberikan tantangan dalam perawatan pakaian sehari-hari. Hujan yang terus-menerus dapat membuat pakaian…








