Muktamar ke-10 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara resmi menetapkan Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum melalui keputusan aklamasi. Agus, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Perdagangan, menyatakan kesiapannya untuk membawa perubahan dalam PPP melalui kepemimpinannya. Penetapan ini disetujui dalam rapat paripurna yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara pada Minggu (28/9) dini hari. Ketua Pimpinan Sidang Paripurna VIII, Qoyum Abdul Jabar, menegaskan bahwa pemilihan Agus dilakukan secara aklamasi oleh mayoritas peserta muktamar tanpa ada yang meninggalkan forum. Profil singkat Agus Suparmanto mencerminkan latar belakang pendidikannya di Jakarta dan karirnya sebelum terjun ke politik. Sebagai Direktur Utama PT Manggar Biliton dan Ketua Umum PB IKASI, Agus telah membangun reputasi yang diperhitungkan di dunia usaha dan organisasi olahraga sebelum diangkat menjadi Menteri Perdagangan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2019. Meskipun terhitung singkat, masa jabatannya di Kementerian Perdagangan penuh dengan kontroversi terkait impor gula, pakaian bekas, dan bawang putih. Namun, Agus terus aktif di dunia politik dan kini terpilih sebagai Ketua Umum PPP melalui proses aklamasi dalam Muktamar X. Meski sempat memunculkan dinamika dengan klaim jabatan dari Plt Ketua Umum Mardiono, tim formatur bersama Agus segera menyusun kepengurusan baru untuk memulai periode kepemimpinan mereka.
Profil Agus Suparmanto, Eks Mendag yang Kini Jadi Ketua Umum PPP
Read Also
Recommendation for You

Ratu Máxima telah menyelesaikan serangkaian kunjungan kerjanya ke Indonesia dari Senin hingga Kamis. Kunjungan ini…

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto sedang berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal…

Nama Sari Yuliati tengah menjadi sorotan publik karena dirinya kini ditetapkan sebagai Sekretaris Fraksi Partai…

Raja Yordania Abdullah Bin Al-Hussein dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Jumat sore ini….

Raja Yordania Abdullah Bin Al-Hussein (Abdullah II) akan mengunjungi Indonesia dalam sebuah kunjungan kenegaraan pada…







