Berita  

Kasus Bangunan Pesantren Ambruk: Nasaruddin Umar Godok Aturan Pembangunan

Tragedi ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, saat salat Ashar pada Senin (29/9), memantik perhatian luas dari pemerintah. Peristiwa itu menelan korban jiwa dan meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga para santri yang terdampak langsung. Di tengah suasana berkabung, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar turun memantau kondisi pesantren dan melihat langsung dampak dari insiden tersebut.

Regulasi Pembangunan Pesantren Disiapkan

Usai kejadian itu, Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Kementerian Agama tengah menggodok aturan baru yang berkaitan dengan pembangunan fisik pondok pesantren dan madrasah. Langkah ini diproyeksikan menjadi bentuk evaluasi agar pembangunan di lingkungan pendidikan keagamaan tidak lagi berjalan tanpa standar yang jelas.

Nasaruddin menegaskan, peristiwa di Al Khoziny harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Menurut dia, kepatuhan terhadap aturan pembangunan perlu diperkuat, bukan hanya di pesantren, tetapi juga dalam setiap proyek fisik yang melibatkan keselamatan banyak orang.

Keselamatan Jadi Sorotan Utama

Rencana penyusunan standar baru itu diarahkan untuk memastikan setiap pembangunan pondok pesantren dan madrasah mengikuti ketentuan yang berlaku serta memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Dengan begitu, potensi risiko bisa ditekan sejak awal dan tragedi serupa tidak terulang di kemudian hari.

Ia juga berharap insiden ini menjadi momentum pembenahan yang lebih serius, terutama soal pengawasan konstruksi di lingkungan pendidikan. Bagi Nasaruddin, keselamatan santri dan warga pesantren harus menjadi prioritas utama, sehingga pembangunan fisik tidak hanya mengejar penyelesaian cepat, tetapi juga keamanan dalam jangka panjang.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.