Badan Gizi Nasional mengungkap adanya kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa wilayah Indonesia, yang sebagian besar disebabkan oleh bakteri dalam makanan. Diantara bakteri yang paling umum terdeteksi adalah salmonella dan bacillus cereus.
Salmonella adalah jenis bakteri gram negatif dari keluarga enterobacteriaceae yang berbentuk batang. Bakteri ini bisa bertahan di berbagai kondisi, termasuk dalam keasaman lambung, dan dapat menyebabkan keracunan makanan atau gangguan saluran cerna. Gejala infeksi salmonella umumnya termasuk diare, demam, mual, muntah, dan kram perut. Bakteri ini dapat menular melalui makanan, kontak fisik, air, atau hewan.
Sementara itu, bacillus cereus adalah bakteri pembentuk spora yang menghasilkan toksin berbahaya. Bakteri ini dapat menyebabkan sindrom muntah dan sindrom diare. Gejala keracunan bacillus cereus termasuk mual, kram perut, diare, atau muntah, tergantung pada jenis toksin yang dihasilkan. Makanan seperti nasi matang, keju, pasta, mie, kue kering, sushi, dan ketang rentan terkontaminasi bakteri ini.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo menyebabkan keracunan di beberapa wilayah, dengan ratusan penerima terdampak. Presiden memerintahkan peningkatan pengawasan dan keamanan makanan dalam program ini untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan makanan yang bergizi. Itulah penjelasan singkat mengenai bakteri salmonella dan bacillus cereus serta dampaknya terhadap kesehatan manusia.












