Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperkenalkan oleh Presiden Prabowo mendapatkan sorotan setelah sebuah video viral mengenai proses pencucian nampan di dapur penyedia makanan di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Video tersebut menunjukkan nampan yang digunakan untuk makan para pelajar hanya dicuci secara kasar dan dilemparkan ke dalam wadah berisi air kotor, hal ini menimbulkan kekhawatiran akan kebersihan dan kesehatan. Pegiat Medsos, Chusnul Chotimah, menyoroti praktik ini yang dinilai berbahaya bagi kesehatan anak-anak dan mempertanyakan pengawasan yang lemah dari pihak berwenang terkait program tersebut.
Kritik juga disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ukhuwah dan Dakwah, KH Muhammad Cholil Nafis, yang menyoroti implementasi program MBG yang seharusnya bertujuan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia namun malah menimbulkan masalah baru terkait kebersihan dapur nasional. Meskipun niatnya baik, program ini dikritik karena berdampak negatif pada masalah kebersihan dan kesehatan. Tantangan pertama adalah meningkatkan pengawasan terhadap proses penyediaan dan persiapan makanan agar memastikan standar kebersihan dan kesehatan yang sesuai sebelum program ini diterapkan secara luas.












