Gibran Dorong Kolaborasi Jadi Kunci Usai Tanam Jagung di Banten
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turun langsung dalam penanaman jagung varietas unggul yang digelar serentak di 33 lokasi di Provinsi Banten. Kegiatan itu mencakup total lahan 208 hektar dan menjadi salah satu langkah yang diarahkan untuk memperkuat produksi pangan dari daerah.
Jagung yang ditanam disebut memiliki potensi hasil hingga 10 ton per hektare. Angka tersebut menempatkan program ini bukan sekadar seremoni tanam, melainkan upaya konkret untuk mengangkat produktivitas petani sekaligus menjaga pasokan pangan tetap stabil. Di tengah kebutuhan memperkuat ketahanan pangan, kegiatan ini juga diposisikan sebagai bagian dari dorongan menuju kesejahteraan petani yang lebih baik.
Pesan Gibran: Pemerintah Harus Bergerak dalam Satu Arah
Dalam kesempatan tersebut, Gibran menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak bisa bergantung pada satu institusi saja. Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi faktor penting agar program ketahanan pangan benar-benar berjalan efektif dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Ia menegaskan seluruh elemen pemerintah perlu memiliki visi yang sama, terutama ketika program yang dijalankan menyangkut kebutuhan dasar publik. Bagi Gibran, sinergi antarlembaga bukan pelengkap, melainkan syarat utama agar target besar di sektor pangan bisa dicapai secara konsisten.
Apresiasi untuk Polri, Bulog, Hingga Pesantren
Gibran juga memberikan apresiasi atas keterlibatan Kementerian Pertanian, Polri, Forkopimda, Bulog, kelompok tani, perguruan tinggi, dan pesantren dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan berbagai pihak menunjukkan bahwa penguatan pangan nasional membutuhkan gerak bersama, bukan langkah yang berjalan sendiri-sendiri.
Pola kolaborasi ini dinilai penting untuk memperkuat sistem pangan nasional dari hulu ke hilir. Keterlibatan banyak unsur di lapangan juga diharapkan dapat mendukung visi Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan, sekaligus memastikan program pertanian tidak berhenti pada tataran wacana.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
