Dampak Buruk Konsumsi Gluten dan Dairy bagi Penderita Alergi: Info Terkini!

Berbagai toko roti mulai menawarkan produk “gluten-free”, “dairy-free”, “no egg”, dan “vegan”. Namun, konsumen mulai merasa ditipu saat membeli produk dengan klaim tersebut karena bahan yang digunakan tidak sesuai. Ini menjadi masalah terutama bagi pelanggan yang memiliki alergi atau intoleransi terhadap gluten, telur, atau produk susu. Meskipun gluten, telur, dan produk olahan susu umumnya aman, bagi sebagian orang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Gluten, sejenis protein yang ditemukan dalam gandum, jelai, dan rye, sering ditemukan dalam roti, sereal, dan kue. Gluten memberikan tekstur kenyal dan elastis pada roti, tetapi bisa berbahaya bagi orang dengan penyakit celiac, intoleransi gluten, atau dermatitis herpetiformis. Penyakit ini bisa menyebabkan peradangan dan kerusakan pada permukaan usus halus, serta gejala seperti diare, perut kembung, dan konstipasi. Orang dengan penyakit autoimun, radang usus, atau alergi juga harus menghindari gluten.

Sementara itu, produk susu atau dairy juga bisa berbahaya bagi sebagian orang. Intoleransi laktosa, alergi protein susu sapi, penyakit ginjal, dan diare adalah kondisi yang membuat beberapa orang harus menghindari dairy. Gejala seperti perut kembung, gatal-gatal, sesak napas, dan kram perut bisa muncul pada orang dengan intoleransi atau alergi susu. Selain itu, susu juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan kondisi kulit seperti jerawat dan peradangan.

Dalam mengonsumsi produk roti atau susu, penting bagi semua orang untuk memperhatikan klaim yang tertera dan memahami dampaknya bagi kesehatan. Selalu konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter jika memiliki kekhawatiran terkait alergi atau intoleransi makanan tertentu. Kesehatan dan kenyamanan konsumen harus menjadi prioritas utama setiap produsen makanan.

Source link