Pernyataan kontroversial Menteri Keuangan terkait malasnya Pertamina dalam membangun kilang minyak terus menarik perhatian publik. Seorang Direktur Eksekutif Center for Energy Policy, M. Kholid Syeirazi, memberikan pandangannya melalui program TO THE POINT AJA! di kanal YouTube SINDOnews. Ia menyoroti bahwa Singapura memiliki kilang minyak dengan kapasitas sangat besar, melebihi kebutuhan konsumsi dalam negerinya hingga 1 juta barel per hari, yang sebagian besar dipasok oleh Indonesia. Kholid juga menyinggung tentang surat dari World Bank kepada pemerintah yang menyarankan untuk tidak membangun kilang baru akibat faktor geopolitik. Sebelumnya, Menteri Keuangan sendiri telah mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pertamina karena tidak membangun kilang baru meskipun sudah dijanjikan sebelumnya. Kontroversi ini terus berkembang dan memunculkan pertanyaan terkait kebijakan energi Indonesia ke depan.
Kholid Syeirazi Ungkap Bank Dunia Larang Indonesia Bangun Kilang Minyak
Read Also
Recommendation for You

Akademisi dan peneliti pengembang perangkat lunak, Rismon Sianipar mengungkapkan keheranannya terkait salinan ijazah Presiden ke-7…

Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) saat ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat, termasuk sorotan dari…

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, memberikan tanggapan terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai adanya…

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan menyesuaikan uang saku peserta Program Pemagangan Nasional (Maganghub) dengan kenaikan Upah…

Wacana pemekaran Luwu Raya menjadi provinsi terus menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Menurut Prof Armin…







