Black Friday: Sejarah dan Tradisi di Jumat Setelah Thanksgiving

Black Friday merupakan salah satu hari belanja tersibuk di Amerika Serikat (AS), yang jatuh pada Jumat minggu keempat bulan November setiap tahunnya. Hari ini identik dengan aktivitas belanja yang ramai, dimana orang-orang berburu diskon besar dan penawaran spesial di toko-toko maupun pusat perbelanjaan. Selain di AS, fenomena Black Friday juga telah menyebar ke negara lain, termasuk diskon besar-besaran di e-commerce. Sejarah Black Friday tidak secara langsung berkaitan dengan belanja. Istilah “Black Friday” mulai digunakan pada abad ke-19 untuk menggambarkan peristiwa negatif dan kepanikan finansial. Namun, istilah ini kemudian merujuk pada tradisi masyarakat AS berbelanja sehari setelah Thanksgiving pada tahun 1950-an. Awalnya, istilah “Black Friday” menuai kontroversi dan peritel berusaha menggantinya dengan “Big Friday,” namun tidak berhasil. Pada akhirnya, istilah “Black Friday” diterima dan diubah narasinya secara positif oleh para pengecer sebagai hari di mana mereka diharapkan “untung”. Semakin tahun, Black Friday semakin populer dan menjadi simbol dari hari berbelanja pada bulan November.

Source link