Ciri-ciri Playing Victim: Penyebab & Cara Mengatasinya

Playing victim adalah perilaku di mana seseorang terus-menerus memposisikan dirinya sebagai korban tanpa bertanggung jawab atas kesulitannya. Meskipun bukan gangguan jiwa, perilaku ini dapat menyebabkan masalah sosial dan kesehatan mental. Perilaku ini bisa menjadi indikator adanya gangguan kesehatan mental seperti BPD, narsistik, atau PTSD.

Perilaku playing victim sering kali disebabkan oleh rasa menderita yang dilebih-lebihkan, kehilangan kontrol diri, atau pengalaman traumatis sebelumnya. Orang yang terjebak dalam perilaku ini cenderung mempercayai bahwa malapetaka akan terus terjadi, menyalahkan orang lain atas masalahnya, dan merasa tidak ada guna untuk berusaha memperbaiki keadaan.

Tanda-tanda seseorang yang berperilaku playing victim meliputi selalu menyalahkan pihak luar, menghindari tanggung jawab, narasi negatif dan ketidakberdayaan, haus perhatian, cemas berlebihan, sikap manipulatif, dan minim empati. Faktor-faktor yang memicu perilaku ini biasanya berasal dari trauma masa lalu, rasa kurang percaya diri, pengkhianatan, atau sulit mengelola emosi negatif.

Menghadapi seseorang yang berperilaku playing victim memang melelahkan, namun penting untuk tetap bersikap empati namun tetap mempertahankan batasan. Hindari terperangkap dalam drama mereka dan fokus pada solusi daripada keluhan. Tetap tenang dan dalam situasi yang berlebihan, sarankan untuk konsultasi dengan psikolog atau konselor untuk penanganan yang tepat.

Source link