Presiden ke-7 RI, Jokowi, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar dan pidatonya menarik perhatian publik. Setelah dikritik oleh Amien Rais, pegiat media sosial Arya Prasetyo juga ikut membahas pidato tersebut. Menurut Arya, komitmen Jokowi untuk bekerja mati-matian dan habis-habisan demi memenangkan PSI bisa menjadi momen politik penutup bagi kekuasaannya. Pendapat Arya sejalan dengan Amien Rais yang melihat pidato Jokowi sebagai ekspresi emosi negatif dan kegelisahan menghadapi akhir kekuasaan. Bahkan, Amien menyebut pidato itu mungkin menjadi penampilan politik terakhir Jokowi di ruang publik. Amien juga menyinggung motif awal Jokowi mencalonkan diri sebagai presiden, menilai bahwa tujuannya bukan untuk mengabdi pada bangsa dan negara. Meski demikian, Jokowi tetap menunjukkan komitmennya untuk membantu PSI membangun struktur organisasi saat hadir dalam Rakernas PSI di Makassar. Selain itu, kata-kata tersebut juga dilihat sebagai hore-hore terakhir Jokowi dalam perjalanannya.
Analisis Pidato Jokowi di Rakernas PSI: Hore-hore Terakhir
Read Also
Recommendation for You

Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menerima kunjungan dari Wakil Perdana Menteri Australia, Richard Marles, di…

Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengumumkan bahwa insentif operasional sebesar Rp6 juta per hari untuk…

APBN 2026 Indonesia menghadapi tekanan yang meningkat karena sejumlah faktor yang menyempitkan ruang fiskal pemerintah….

Keberadaan oposisi dalam sebuah negara menjadi krusial dalam mengawasi kekuasaan agar tidak berjalan tanpa pengawasan….








