Akademisi dan peneliti pengembang perangkat lunak, Rismon Sianipar mengungkapkan keheranannya terkait salinan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo yang tidak memiliki tanggal pengesahan. Menurutnya, hal ini cukup ironis dan menimbulkan pertanyaan terkait legalitas dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang merupakan kampus yang mengeluarkan ijazah tanpa mencantumkan tanggal pengesahan. Salinan ijazah tersebut berasal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan digunakan oleh Jokowi saat mendaftar sebagai calon presiden pada Pilpres tahun 2014 dan 2019. Meskipun tanpa tanggal pengesahan, ijazah tersebut justru diterima oleh KPU, meski telah terjadi dua kali. Hal ini menimbulkan polemik terkait proses legalisasi dokumen pendidikan yang seharusnya mengikuti aturan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Aturan tersebut menegaskan bahwa setiap ijazah yang dilegalisir harus mencantumkan tanggal, tanda tangan, dan stempel untuk menjaga keabsahan dan mencegah penyalahgunaan dokumen resmi. Salinan ijazah yang diperlihatkan oleh Jokowi di Kantor KPU RI pada tanggal 9 Februari 2026 menimbulkan pertanyaan mengenai prosedur legalisasi yang seharusnya diikuti oleh semua pihak yang berwenang melakukan legalisasi dokumen, termasuk lembaga pendidikan dan pemerintah daerah.
Aneh, Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal Pengesahan, Rismon Diterima KPU
Read Also
Recommendation for You

Menteri PANRB Umumkan Kabar Gembira untuk PNS dan PPPK Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi…

Dugaan keterlibatan Raffi Ahmad dalam kasus suap Bea Cukai menjadi sorotan utama dalam konferensi pers…

Kehebohan kembali menyelimuti nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang tengah hangat diperbincangkan oleh masyarakat….

Diwarnai Ketegangan, Orang Tua Murid dan Guru SDN Wolomoni Berjuang Melawan Penjagaan Aset Situasi di…

Presiden Prabowo Subianto membantah isu yang belakangan ini santer beredar mengenai rencana reshuffle kabinetnya. Menurut…







