Keberadaan oposisi dalam sebuah negara menjadi krusial dalam mengawasi kekuasaan agar tidak berjalan tanpa pengawasan. Pengamat politik Rocky Gerung menekankan pentingnya oposisi dalam diskusi mengenai “Menggugat Republik”. Menurut Rocky, demokrasi membutuhkan kritik yang konstruktif untuk menjaga kualitasnya. Tanpa kritik yang kuat, kekuasaan berpotensi kehilangan keseimbangannya dan berjalan tanpa kontrol yang memadai.
Rocky menyoroti bahwa masyarakat sipil, akademisi, dan media harus aktif mengawasi kebijakan pemerintah agar tetap berpihak pada kepentingan publik. Kritik yang diberikan bukan berarti menolak pemerintah secara keseluruhan, tetapi sebagai sarana untuk memperbaiki kebijakan yang dianggap kurang tepat.
Namun, Rocky juga menyoroti risiko lemahnya oposisi dalam politik nasional. Ketika terlalu banyak kekuatan politik yang tergabung dalam pemerintahan, mekanisme kritik dari luar bisa berkurang. Hal ini menjadi peringatan untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas politik dan kebebasan berpendapat di Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Rocky mendorong masyarakat untuk tidak pasif dalam kehidupan demokrasi. Ia mengajak publik untuk terus mengikuti perkembangan politik dan berani menyampaikan kritik secara terbuka dengan cara yang rasional dan berbasis argumen. Dengan demikian, peran aktif publik dan ruang diskusi terbuka akan membantu memperkuat demokrasi Indonesia ke depan.












