Berita  

Peringatan BMKG: Potensi Kekeringan dan Karhutla Akibat Godzilla El Niño

Fenomena El Niño kembali menjadi perhatian dunia, dengan istilah “Godzilla El Niño” digunakan untuk menggambarkan kekuatan ekstrem dari fenomena ini. Hal ini berpotensi memicu dampak besar seperti kekeringan dan krisis pangan, termasuk di Indonesia. Meskipun bukan istilah ilmiah resmi, “Godzilla El Niño” mengacu pada El Niño dengan intensitas sangat kuat, seperti yang terjadi pada periode 2015-2016 dan 2023, yang membawa dampak global yang luas.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Niño adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang mempengaruhi pola cuaca di Indonesia. BMKG menjelaskan bahwa El Niño dapat mengurangi curah hujan dan memperpanjang musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia. Fenomena El Niño sebelumnya telah memperlihatkan dampak signifikan seperti penurunan curah hujan hingga 50-90% di beberapa wilayah, berkurangnya cadangan air di waduk dan sumber air, serta lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, telah menegaskan bahwa anomali iklim global seperti El Niño menjadi faktor utama pemicu kekeringan di Indonesia. Dampak El Niño kuat atau “Godzilla El Niño” dapat berdampak berantai, dengan dampak yang terasa di Indonesia seperti krisis air bersih, gagal panen yang mengganggu ketahanan pangan, peningkatan risiko kebakaran hutan, dan penurunan produksi pertanian nasional.

Source link