Jusuf Kalla (JK), mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia, mengungkapkan pandangannya terkait kontroversi seputar penggunaan kata “syahid” dalam sebuah ceramah di masjid. Menanggapi kritik yang muncul, JK menegaskan bahwa dirinya hanya menyesuaikan kata-kata yang digunakan dengan suasana dan pendengar di masjid tersebut. Hal ini dilakukan untuk menciptakan pemahaman dan kedamaian di antara jamaah saat mendengarkan ceramah. Dengan demikian, JK berusaha menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah menyampaikan pesan yang selaras dengan konteks dan pengertian audiens yang ada, tanpa bermaksud menyinggung atau menimbulkan kontroversi yang tidak perlu.
Jusuf Kalla Menerangkan Polemik Kata Syahid: Penyesuaian dengan Jamaah Masjid
Read Also
Recommendation for You

Menegaskan Komitmen Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih Pemerintah mengklarifikasi terkait proses seleksi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan…

PT Rohto Laboratories Indonesia Siapkan Reimburse untuk Konsumen atas Penarikan Selsun 7 Flowers dan 7…

Desakan Said Didu agar Prabowo Copot Silfester Matutina dari Komisaris BUMN Menjelang pemilihan presiden di…

Mantan Komisaris PT Pelni Balas Pernyataan Gatot Nurmantyo Mantan Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto, memberikan…

Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyuarakan kecurigaannya terhadap program seleksi manajer untuk Koperasi Peduli Destana…






