Berita  

Pidato Prabowo Bicara Soal Under-Invoicing, Ferdinand: Stop Begal Hidup Mewah

Prabowo Subianto: Tindakan Under-Invoicing Harus Ditindak Tegas

Presiden Prabowo Subianto menghebohkan publik dengan pernyataannya mengenai praktik under-invoicing dalam ekspor yang terus berlangsung di Indonesia. Menurutnya, aksi tersebut tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menciptakan ketimpangan sosial yang tidak adil.

Memerangi Kejahatan Ekonomi

Menyikapi masalah ini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan bertindak tegas dan tanpa kompromi terhadap praktik under-invoicing. Dalam pidatonya, beliau menyebut bahwa tindakan tersebut setara dengan tindak kejahatan, dan harus dihentikan secepatnya untuk keadilan ekonomi.

Disebutkan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk memberantas korupsi dan kejahatan ekonomi, termasuk dalam hal ekspor maupun impor. Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara berdaulat harus mampu mengendalikan arus barang masuk dan keluar dengan baik.

Kehidupan Mewah Para “Begal”

Prabowo juga menyentil keras para pelaku under-invoicing yang mampu hidup dalam kemewahan hasil dari tindakan melawan hukum tersebut. Menyebut mereka sebagai “begal”, Presiden meminta agar mereka tidak dibiarkan hidup dalam kekayaan yang tidak halal.

Beliau menegaskan bahwa setiap orang harus menghargai jerih payah dan keadilan, serta menjunjung tinggi nilai moral dalam setiap langkah yang diambil. Prabowo Subianto menekankan bahwa kekayaan yang didapatkan dengan cara yang tidak jujur tidak akan bertahan lama dan akan berdampak buruk pada masyarakat luas.

Dengan statemenya yang tajam dan lugas, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan sinyal keras kepada para pelaku under-invoicing dan ekonomi kriminal bahwa tindakan tersebut tidak akan ditoleransi di Indonesia. Upaya pemberantasan akan terus dilakukan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia.

Source link