Polemik Makan Bergizi Gratis Masih Berlanjut
Sebuah pernyataan kontroversial dari seorang pakar hukum tata negara tengah menjadi sorotan. Bivitri Susanti menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya sebagai kedok belaka yang membuatnya mendesak adanya moratorium total terhadap program tersebut.
Ruang Lingkup dan Kontroversi MBG
Program MBG sendiri dirancang untuk memberikan makanan bergizi secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di tengah pandemi. Namun, Bivitri Susanti meyakini bahwa desain program ini telah keliru sejak awal, mengundang berbagai kontroversi terutama terkait transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana yang digunakan.
Susanti juga menegaskan bahwa penyelesaian polemik yang terjadi tidak dapat hanya dilakukan dengan perubahan nama atau logo, melainkan harus melibatkan perbaikan dalam segi substansi program tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar terkait integritas dari program yang seharusnya memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Tinjauan Kritis Terhadap Program
Mengacu pada keterbukaan informasi publik, Susanti menyatakan bahwa wacana moratorium total diperlukan sebagai langkah untuk mengevaluasi ulang tujuan sebenarnya dari program MBG. Sebagai bagian dari kritisinya terhadap program tersebut, ia juga menyuarakan perlunya keterlibatan masyarakat secara lebih aktif dalam mengawasi jalannya program ini dan menyuarakan aspirasi terkait dengan poin-poin yang dirasa perlu diperbaiki.
