Pengusaha Protes Program MBG Dihentikan Selama Libur Sekolah
Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) menyuarakan ketidaksetujuan mereka terhadap kebijakan penghentian Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah. Kebijakan ini menuai pro dan kontra di masyarakat, terutama dari kalangan para pengusaha yang merasa prihatin terhadap nasib petani, peternak, dan UMKM.
Reaksi GAPEMBI Terhadap Penghentian Program MBG
Dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh GAPEMBI, ketua organisasi tersebut menegaskan bahwa kebijakan penghentian Program MBG selama libur sekolah dapat berdampak buruk bagi para pelaku usaha di sektor makanan bergizi. Mereka menilai bahwa program tersebut tidak hanya memberikan manfaat kesehatan bagi pelajar, tetapi juga menjadi salah satu sumber pendapatan yang signifikan bagi para pengusaha makanan bergizi di Tanah Air.
GAPEMBI juga menunjukkan kepedulian mereka terhadap nasib petani, peternak, dan UMKM yang menjadi salah satu pemasok utama bahan baku Program MBG. Dengan dihentikannya program ini selama libur sekolah, para pelaku usaha di sektor makanan bergizi khawatir akan terjadi penurunan omset dan kesejahteraan bagi para mitra usaha mereka.
Dorongan untuk Pemulihan Ekonomi
Selain itu, GAPEMBI juga menyuarakan aspirasi untuk terus menjaga keberlangsungan Program MBG sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan berbagai pihak terkait untuk tetap memberikan dukungan kepada sektor makanan bergizi agar dapat bangkit dari keterpurukan akibat pandemi COVID-19.
Sebagai salah satu organisasi yang peduli terhadap kesehatan dan perekonomian masyarakat, GAPEMBI berharap agar keberadaan Program MBG dapat terus berlanjut demi kebaikan bersama. Mereka siap untuk berkontribusi dalam mendukung program tersebut agar tetap dapat memberikan manfaat yang luas bagi seluruh pihak yang terlibat.
