Batas Ideal Screen Time Menurut Usia, Pentingnya Memahami dan Meminimalkan Risiko Kesehatan
Jakarta – Penggunaan perangkat digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, mulai dari bekerja hingga mencari hiburan. Namun, semakin meningkatnya penggunaan gadget juga berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesehatan mata, tidur, dan perkembangan otak.
Risiko Penggunaan Gadget Secara Berlebihan
Menurut laporan State of Mobile 2023, masyarakat Indonesia memiliki durasi penggunaan perangkat tertinggi di dunia, yakni rata-rata 5,7 jam per hari melalui ponsel. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengingatkan pentingnya membatasi waktu penggunaan layar sesuai usia, guna menjaga kesehatan mata dan tubuh secara keseluruhan.
Banyak orang menyadari dampak negatif penggunaan layar setelah mengalami mata lelah, mata kering, hingga sakit kepala. Oleh karena itu, pemahaman batas aman screen time menjadi kunci dalam menjaga kesehatan.
Perbedaan Waktu Ideal Penggunaan Layar
Setiap kelompok usia memiliki batasan waktu ideal penggunaan layar yang berbeda. Mulai dari bayi hingga orang dewasa, durasi yang disarankan pun varian sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan individu.
Pada bayi 0-24 bulan, sebaiknya hindari penggunaan layar elektronik kecuali panggilan video yang melibatkan interaksi keluarga. Untuk anak usia 2-3 tahun, batas waktu penggunaan layar sangat terbatas, maksimal hanya 30 menit per hari.
Anak usia 3-5 tahun dapat menggunakan layar hingga satu jam per hari, dengan materi yang bersifat edukatif. Sementara itu, anak di atas 5 tahun disarankan untuk tidak menyimpang dari kegiatan belajar, fisik, tidur, dan interaksi sosial hanya karena penggunaan layar.
Untuk remaja dan dewasa, waktu ideal menggunakan gadget sekitar 4 jam 17 menit per hari. Namun, aturan ini dapat berbeda bagi setiap individu, terutama mereka yang bekerja dengan perangkat digital.
Menjaga Kesehatan Mata
Selain membatasi durasi penggunaan gadget, menjaga kesehatan mata juga penting. Kebiasaan yang baik seperti aturan 20-20-20, menjaga jarak pandang layar, mengatur kecerahan perangkat, serta beristirahat secara berkala bisa membantu mengurangi risiko mata lelah.
Dengan pemahaman yang baik mengenai batas ideal screen time sesuai usia dan penerapan kebiasaan yang lebih bijak, masyarakat dapat terus memanfaatkan teknologi tanpa mengorbankan kesehatan mata dan tubuh.












