Perlukah Mencuci Telur Sebelum Dimasak? Ini Faktanya

Telur kemasan yang dibeli di toko tidak perlu dicuci lagi sebelum dimasak. Kebiasaan mencuci ulang justru dapat meningkatkan risiko kontaminasi apabila air masuk melalui pori-pori kecil pada cangkang.

Menurut United States Department of Agriculture (USDA), telur yang dipasarkan secara komersial umumnya telah melalui proses pencucian dan sanitasi sebelum dijual. Proses tersebut dilakukan menggunakan bahan serta suhu tertentu untuk membantu mencegah air menembus cangkang.

Mengapa telur tidak perlu dicuci ulang?

Cangkang telur memiliki lapisan pelindung alami yang terbentuk ketika telur dikeluarkan ayam. Lapisan ini berfungsi membantu melindungi bagian dalam telur dari paparan kotoran. Karena telur komersial sudah dibersihkan dan disanitasi, mencucinya kembali di rumah tidak diperlukan.

Air yang digunakan untuk mencuci dapat membawa kotoran menuju pori-pori cangkang. Jika air tersebut masuk ke bagian dalam, risiko kontaminasi justru dapat meningkat. Karena itu, telur kemasan sebaiknya langsung disimpan dengan benar tanpa dicuci terlebih dahulu.

Penanganannya berbeda untuk telur yang berasal dari ayam peliharaan atau peternakan. Mengutip Health Digest, telur jenis ini sebaiknya tidak direndam ketika dicuci. Air yang telah bercampur dengan kotoran dapat masuk melalui pori-pori cangkang.

Colorado State University menyarankan telur dicuci di bawah air mengalir dengan suhu sekitar 43 hingga 48 derajat Celsius. Bila kotoran sulit dibersihkan, sabun pencuci piring tanpa pewangi dapat digunakan.

Penyimpanan bergantung pada jenis telur

Telur kemasan yang dibeli di toko sebaiknya tetap berada di dalam karton aslinya dan disimpan di lemari es. USDA merekomendasikan suhu penyimpanan sekitar 4,4 derajat Celsius atau lebih rendah.

Karton asli membantu menjaga telur tetap terlindungi selama berada di dalam lemari es. Telur yang sudah dikeluarkan dari lemari es juga tidak sebaiknya dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Jika telur akan digunakan untuk memasak, waktu berada di luar lemari es sebaiknya tidak lebih dari dua jam.

Sementara itu, telur dari peternakan dapat disimpan di lemari es hingga akan digunakan. Namun, apabila lapisan pelindung alaminya masih utuh, telur tersebut juga dapat disimpan pada suhu ruang selama sekitar dua minggu.

Perbedaan perlakuan tersebut berkaitan dengan proses yang telah dilalui telur. Telur komersial biasanya sudah dicuci sebelum dipasarkan sehingga perlu disimpan dalam kondisi dingin. Sebaliknya, telur dari peternakan yang lapisan alaminya masih terjaga memiliki ketentuan penyimpanan yang berbeda.

Source link