Prabowo Subianto dan Pandawara Group: Mendorong Gerakan Massa
Pertemuan Pandawara Group dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka membawa satu pesan yang cukup tegas: urusan sampah tak bisa lagi diperlakukan sebagai kerja sampingan. Kelompok yang dikenal lewat aksi pembersihan sungai itu berharap pemerintah memberi dukungan lebih nyata agar program mereka tidak berhenti di level gerakan komunitas, tetapi naik kelas menjadi gerakan nasional.
Keluhan soal izin dan biaya
Dalam pertemuan tersebut, Pandawara Group menyoroti hambatan yang selama ini kerap menghambat langkah mereka di lapangan. Dua persoalan utama yang mereka hadapi ialah perizinan yang rumit dan biaya yang tidak kecil untuk menjalankan kegiatan pembersihan sungai. Kondisi itu membuat upaya yang seharusnya bisa meluas justru sering tersendat di tengah jalan.
Mereka berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah agar pekerjaan membersihkan sungai tidak hanya bergantung pada tenaga relawan dan semangat swadaya. Bagi Pandawara, dukungan tersebut penting supaya gerakan yang mereka bangun bisa berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah.
Prabowo minta pengelolaan sampah dilakukan secara massal
Prabowo Subianto merespons positif inisiatif yang dijalankan Pandawara Group. Ia menilai kegiatan semacam ini penting dan perlu diperkuat, bukan sekadar diapresiasi secara simbolis. Dalam pandangannya, persoalan sampah harus ditangani secara masif melalui kolaborasi antara individu, sektor swasta, dan pemerintah.
Pesan itu sejalan dengan harapan Pandawara yang ingin melihat lebih banyak keterlibatan masyarakat setempat, terutama generasi muda. Mereka menilai perubahan akan lebih cepat terjadi bila warga ikut terlibat langsung, bukan hanya menunggu penanganan dari atas.
Harapan jadi agenda bersama nasional
Di balik pertemuan itu, tersimpan ambisi yang lebih besar: menjadikan pembersihan sungai sebagai agenda bersama di tingkat nasional. Pandawara Group ingin masalah sampah dipandang sebagai urusan publik yang menuntut kerja kolektif, bukan sekadar proyek sesaat. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, mereka berharap gerakan ini bisa tumbuh menjadi pola baru dalam menangani sampah di Indonesia.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


