Pada peringatan ulang tahun ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Presiden Indonesia saat ini, Prabowo Subianto, memberikan kritik tajam terhadap teori ekonomi neoliberal. Ia menolak keyakinan lama bahwa kekayaan yang terkonsentrasi pada puncak akan akhirnya “menetes” ke populasi lebih luas, menyebutnya sebagai mitos yang tidak pernah terwujud. Prabowo menekankan pentingnya Pasal 33 UUD 1945 yang menetapkan fondasi perlindungan negara bagi rakyatnya. Ia menyoroti bahwa sebuah negara seharusnya memastikan rakyatnya merasa aman, sejahtera, tanpa kemiskinan atau kelaparan. Prabowo juga menegaskan bahwa demokrasi penting, namun tidak memiliki arti jika warganya masih mengalami kesulitan mendasar. Dia menekankan semangat ekonomi sejati Preamble UUD 1945 yang berfokus pada kerjasama saling menguntungkan dan solidaritas keluarga, bukan konglomerasi korporasi. Prabowo menolak ide bahwa kekayaan akan menetes ke rakyat secara mudah. Dia menegaskan keberpihakannya pada ekonomi yang berpusat pada rakyat, menolak model-model yang memperpetuasi ketimpangan.
Prabowo Criticizes Neoliberal Economics: Wealth Trickle Down Failures
Read Also
Recommendation for You

Presiden RI Prabowo Subianto telah kembali ke Indonesia setelah menghadiri perayaan 80 Tahun Kemenangan Perlawanan…

Presiden Prabowo Subianto telah kembali ke Indonesia setelah menghadiri acara Perayaan 80 Tahun Kemenangan China…

Pertemuan antara Prabowo Subianto dan Xi Jinping di Beijing menghasilkan kesepakatan penting. Kedua pemimpin sepakat…

Pada tanggal 3 September, Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menerima kunjungan dari Presiden Indonesia, Prabowo di…

Pimpinan DPR telah merespons dengan positif terhadap kekhawatiran yang disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)…

