Islah Bahrawi, seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dari Madura, mengungkapkan keheranannya terkait dengan kasus Silfester Matutina, seorang narapidana yang sudah divonis 1,5 tahun penjara namun belum dieksekusi oleh pihak kejaksaan. Menurut Bahrawi, kasus pidana yang sudah inkrah seharusnya dieksekusi sesuai dengan hukum yang berlaku. Bahkan, Silfester terlihat dengan santai di program televisi dan media sosial tanpa sedang bersembunyi. Bahrawi menegaskan bahwa aparat hukum memiliki kewajiban untuk menahan atau menangkap seorang terpidana setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Karena itu, Bahrawi menilai ada keanehan dalam penanganan kasus tersebut dan mendesak pihak berwenang untuk mengusut kemungkinan adanya permainan hukum. Selain itu, fakta bahwa Silfester juga merupakan seorang komisaris di salah satu BUMN menambah kompleksitas kasus ini. Menyoroti ketidakwajaran penanganan kasus ini, Bahrawi meminta agar pihak terkait segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan kasus Matutina dengan adil dan sesuai dengan hukum yang berlaku.
Investigasi Kejaksaan Terkait Kasus Silfester Matutina Didiamkan
Read Also
Recommendation for You

Kementerian Keuangan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 13 Tahun 2026 yang memberikan kepastian…

Ahmad Khozinudin, pengacara Roy Suryo dan timnya, menyoroti perubahan sikap pakar digital forensik, Rismon Hasiholan…

Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada…

Penetapan awal bulan Syawal 1447 H tahun ini mengacu pada keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih…

Polemik seputar sikap Rismon Sianipar terkait isu ijazah Joko Widodo kembali memicu perdebatan publik. Setelah…







