Berita  

Peringatan Mantan Kopassus: Waspadai Pihak Haus Kekuasaan

Di tengah riuhnya aksi demo besar-besaran yang belakangan memicu kericuhan, peringatan keras datang dari eks anggota Tim Mawar Kopassus, Fauka Noor Farid. Ia mengingatkan bahwa situasi seperti ini tidak boleh dibiarkan berubah menjadi celah bagi pihak-pihak yang hanya mengejar kepentingan sendiri dan haus kekuasaan. Menurutnya, persatuan bangsa jauh lebih penting daripada membiarkan perbedaan berkembang menjadi konflik yang merusak.

Indonesia Tidak Boleh Terjebak Konflik Internal

Fauka menilai Indonesia selama ini dikenal sebagai negara damai dengan keberagaman yang menjadi kekuatan, bukan kelemahan. Ia mengingatkan bahwa perjalanan bangsa ini tidak dibangun secara mudah, melainkan melalui proses panjang yang penuh pengorbanan, air mata, dan darah. Karena itu, ia meminta agar capaian yang sudah diraih tidak dihancurkan oleh pertikaian dari dalam negeri sendiri.

Ia menegaskan, jika masyarakat lengah, maka kericuhan bisa dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk mendorong agenda yang justru menjauh dari kepentingan rakyat. Dalam pandangannya, menjaga persatuan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua elemen bangsa.

Apresiasi atas Langkah Prabowo

Fauka juga menyoroti langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam memerangi korupsi yang selama ini dinilai merugikan negara. Ia menyebut keberanian Presiden mengungkap kasus korupsi besar dan jejaring oligarki sebagai bentuk keberpihakan kepada rakyat. Bagi Fauka, langkah tersebut menunjukkan bahwa negara sedang berupaya membersihkan praktik yang selama ini membebani bangsa.

Di sisi lain, ia mengingatkan agar kritik terhadap pemerintah tetap disampaikan secara tertib dan beradab. Aspirasi, kata dia, akan lebih kuat jika disampaikan melalui komunikasi yang baik, bukan lewat kekerasan atau tindakan yang justru memperlebar luka sosial.

Kritik Tetap Perlu, Tapi Jangan Merusak Harapan Bersama

Fauka menekankan bahwa masyarakat tetap berhak menyampaikan pendapat dan mengoreksi kebijakan pemerintah. Namun, cara menyampaikan kritik harus dijaga agar tidak berubah menjadi aksi yang merugikan banyak pihak. Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah suasana yang teduh, bukan provokasi yang memperkeruh keadaan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.