Pakar telematika dan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, mengeluarkan pernyataan kritis terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di tengah gejolak aksi demonstrasi di berbagai kota, Gibran terlihat mengadakan pertemuan dengan sejumlah orang yang menggunakan atribut ojek online. Langkah ini menimbulkan kontroversi dan dianggap tidak tepat mengingat situasi genting yang sedang dihadapi bangsa. Roy menyebut bahwa aksi yang dilakukan Gibran sia-sia dan tidak relevan dalam konteks saat ini. Ia menilai gaya politik Gibran hanya mengikuti jejak ayahnya, Presiden Jokowi, yang dianggap sudah tidak relevan lagi. Roy menegaskan bahwa masyarakat Indonesia tidak akan terpancing dengan gaya-gaya sinetron seperti ini. Selain itu, tindakan Gibran dianggap kontraproduktif karena dilakukan saat Presiden Prabowo sedang berusaha menjaga stabilitas bangsa dan bersatu dengan masyarakat. Roy juga menyesalkan bahwa Gibran dan Orang Dekat Gib Jok membuat hura-hura di saat yang tidak tepat, yang bisa berujung pada huru-hara jika tidak ditangani dengan serius. Oleh karena itu, desakan untuk pemakzulan terhadap Gibran dianggap cukup beralasan.
Penilaian Roy Suryo terhadap Gibran: Kritik Konstruktif atau Sensasi Belaka?
Read Also
Recommendation for You

Arif Wicaksono, seorang pegiat politik, ekonomi, dan sosial, memberikan pandangan jujur mengenai kemampuan Menteri Kehutanan,…

Pegiat media sosial, Herwin Sudikta, memberikan tanggapannya terkait rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat alutsista…

Pemerhati Politik dan Kebangsaan, M. Rizal Fadillah, mengungkapkan pandangan kontroversialnya terkait polemik seputar ijazah Presiden…

Aktivis lingkungan, Virdian Aurellio, menyoroti kurangnya keseriusan negara dalam penanggulangan kerusakan alam dan dampaknya terhadap…

Profesor Ciek Julyati Hisyam dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yakin bahwa ijazah S1 dari Universitas…







